Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDPRD Kaltim

Anggota DPRD Kaltim Sebut Jembatan Sungai Nibung Kunci Konektivitas dan Pemerataan Layanan di Kaltim

152
×

Anggota DPRD Kaltim Sebut Jembatan Sungai Nibung Kunci Konektivitas dan Pemerataan Layanan di Kaltim

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kaltim, Syarifah Syadiah. (Roby Sugiarto/Timeskaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Pembangunan Jembatan Sungai Nibung kembali menjadi sorotan penting dalam upaya memperkuat konektivitas antarwilayah di Kalimantan Timur (Kaltim).

Anggota DPRD Kaltim, Syarifah Syadiah, menyebut proyek tersebut bukan sekadar infrastruktur penghubung, melainkan jalur vital yang dapat mendorong akses pelayanan dasar, mempercepat distribusi barang, dan menggairahkan perekonomian pesisir.

“Warga di Tanjung Redeb, Kelai, dan daerah sekitarnya bisa menghemat waktu tempuh menuju Samarinda secara signifikan jika jembatan ini rampung. Dulu bisa delapan jam lebih, nanti bisa jauh lebih singkat,” ujar Syarifah, pada Rabu (23/07/2025).

Meski konstruksi sudah dimulai sejak beberapa waktu lalu, Syarifah mengungkapkan progresnya belum memasuki tahap penyambungan utama. Beberapa struktur telah berdiri, namun jembatan itu sendiri belum tersambung secara utuh.

Ia pun menekankan pentingnya komitmen seluruh pemangku kepentingan agar proyek tidak mangkrak. Jika dibiarkan, menurutnya, bukan hanya berdampak pada pemborosan anggaran, tetapi juga mengecewakan masyarakat yang menggantungkan harapan besar terhadap jembatan ini.

“Kalau dibiarkan terbengkalai, tidak hanya merugikan fiskal, tapi juga mengecewakan warga,” tegasnya.

Lebih dari sekadar fasilitas lintasan, Syarifah menyebut proyek ini akan menjadi jalur darat alternatif strategis yang mempercepat mobilitas dari pesisir timur Kutai Timur ke pusat ekonomi Kaltim di Samarinda.

Ia juga menyoroti medan sulit menuju lokasi proyek yang hanya bisa diakses dengan kendaraan berpenggerak empat roda. Dalam waktu dekat, ia berencana melakukan kunjungan langsung guna memastikan kelanjutan pembangunan berjalan sesuai target.

Tak hanya soal jembatan, Syarifah juga mendorong percepatan pembangunan jalan penghubung antara Kutai Timur dan Berau sebagai bagian dari visi konektivitas jangka panjang Provinsi Kaltim.

“Kami menyambut baik langkah awal yang sudah dilakukan pemerintah provinsi. Tapi pembangunan seperti ini tidak bisa berhenti di tahun berjalan saja. Harus konsisten hingga tuntas,” katanya.

Ia menyebut Gubernur Kaltim telah menunjukkan komitmen untuk memperkuat konektivitas hingga ke wilayah utara seperti Berau, namun menilai bahwa prosesnya harus terus dikawal secara serius.

Menurutnya, membangun infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, tetapi langkah strategis dalam membangun keadilan sosial bagi masyarakat di wilayah yang selama ini terisolasi.

“Yang kita bicarakan bukan hanya beton dan besi, tapi masa depan masyarakat pesisir yang selama ini hidup dalam keterbatasan akses. Infrastruktur adalah fondasi keadilan pembangunan,” pungkasnya. (Adv/Rob/Bey)