Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDPRD Kaltim

Kawasan Wisata Maratua dan Derawan Terancam Abrasi, DPRD Minta Pemprov Bertindak Cepat

170
×

Kawasan Wisata Maratua dan Derawan Terancam Abrasi, DPRD Minta Pemprov Bertindak Cepat

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kaltim, Husni Djufri. (Roby Sugiarto/Timeskaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Dua destinasi wisata andalan Kalimantan Timur (Kaltim), Pulau Maratua dan Derawan, kini menghadapi ancaman lingkungan yang semakin mengkhawatirkan. Abrasi pantai yang kian parah mulai menggerus kawasan pesisir, memicu kekhawatiran warga dan memicu desakan agar pemerintah bertindak cepat.

Anggota DPRD Kaltim dari daerah pemilihan Berau, Husni Djufri, mengungkapkan kondisi tersebut setelah melakukan kunjungan reses ke wilayah pesisir tersebut. Menurutnya, abrasi bukan lagi sekadar masalah lingkungan, tapi sudah mengancam sumber air bersih dan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di Pulau Maratua.

“Kalau abrasi ini terus dibiarkan, sumber air bersih di Maratua bisa hilang. Ini harus menjadi prioritas penanganan. Pemerintah provinsi perlu mengalokasikan anggaran besar untuk membangun infrastruktur seperti penahan ombak yang benar-benar efektif,” ujar Husni, pada Selasa (16/07/2025).

Maratua dikenal sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan asing, sementara Derawan menjadi magnet utama bagi pelancong domestik. Namun di balik keindahan alam yang menawan, warga setempat masih menghadapi berbagai persoalan yang belum tersentuh solusi konkret, dari jaringan komunikasi yang buruk hingga biaya transportasi yang mahal.

“Banyak warga mengeluh soal sinyal yang lemah dan sulitnya akses ke pulau. Kita memang sudah punya bandara di Maratua, tapi belum dimaksimalkan. Padahal ini kunci untuk mendorong pertumbuhan pariwisata,” jelas Husni.

Kondisi di Pulau Tanjung Harapan, yang menjadi titik sentral kegiatan UMKM dan pusat sumber air bersih masyarakat Maratua, turut menjadi sorotan. Menurut Husni, wilayah ini sangat rawan abrasi, bahkan sudah mendekati kawasan hulu air bersih.

“Kalau tidak segera ditangani, satu kilometer garis pantai bisa hilang. Kita bisa kehilangan pusat kehidupan warga di sana. Reklamasi atau pembangunan pemecah gelombang yang kokoh harus segera dilakukan,” tegasnya.

Upaya penanganan sejauh ini memang sudah dimulai oleh pemerintah kabupaten setempat, namun dinilai belum cukup tanpa dukungan signifikan dari Pemprov Kaltim. Husni juga menambahkan, warga mendesak kehadiran infrastruktur energi seperti SPBU di Maratua, guna menunjang kebutuhan nelayan dan pelaku usaha wisata.

“Kami harap Pak Gubernur bisa mengambil langkah cepat. Ini menyangkut hajat hidup masyarakat, bukan hanya soal pariwisata. Kalau dibiarkan, kita bisa kehilangan potensi besar yang selama ini menjadi andalan ekonomi daerah,” imbuhnya.

Terakhir, ia menegaskan, bahwa sebagai kawasan strategis pariwisata nasional, Maratua dan Derawan memiliki peluang besar untuk menjadi lokomotif sektor pariwisata Kaltim.

“Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai dan respons cepat terhadap persoalan lingkungan, ancaman kerusakan bisa menghambat kemajuan yang telah dirintis selama ini,” tandasnya. (Adv/Rob/Bey)