Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDPRD Kaltim

Anggota DPRD Kaltim Soroti Jalan Alternatif Merdeka-Sambutan Yang Kini Rusak Parah

165
×

Anggota DPRD Kaltim Soroti Jalan Alternatif Merdeka-Sambutan Yang Kini Rusak Parah

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Subandi. (Istimewa)

Timeskaltim.com, Samarinda – Sudah setahun lebih dibangun jalan alternatif yang menghubungkan antara jalan Merdeka dengan jalan Sultan Alimuddin atau sekitaran Pelita 3 di Kecamatan Sambutan, yang diresmikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, kini mengalami rusak parah dan menimbulkan keluhan dari masyarakat.

Diketahui, jalan penghubung atau alternatif Merdeka-Sambutan itu telah diresmikan oleh Pemkot Samarinda, pada tanggal 01 Maret 2024 tahun kemarin, dengan panjang jalan 2,5 kilometer.

Menyikapi hal tersebut, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Subandi, mendesak Pemerintah Kota Samarinda untuk segera menangani kerusakan parah di ruas jalan penghubung Merdeka-Sambutan.

“Pemkot harus cepat tanggap. Jangan tunggu lama. Segera telusuri kerusakan ini dan pastikan diperbaiki. Kalau proyeknya masih dalam masa pemeliharaan, maka itu tanggung jawab kontraktor,” tegas Subandi, pada Selasa (17/06/2025).

Sebagai perwakilan rakyat, Subandi menilai, kerusakan jalan yang terjadi dalam waktu singkat pasca-peresmian menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut. Ia menekankan pentingnya meninjau ulang kontrak kerja antara Pemkot Samarinda dengan kontraktor pelaksana.

“Periksa kembali kontraknya. Tanggal pengerjaan dan masa garansi harus jelas. Kalau masih berlaku, ini tanggung jawab penuh dari pihak pelaksana proyek,” ujar Subandi.

Dirinya tak hanya menyoroti kerusakan permukaan jalan, tetapi juga meminta pemeriksaan menyeluruh terhadap aspek teknis lainnya.

“Kita tidak bisa hanya memperbaiki yang rusak di permukaan. Cek juga lereng, sistem penahan tanah, dan drainase. Ini penting untuk mencegah kerusakan berulang dan menjamin keselamatan pengguna jalan,” jelas Politisi PKS itu.

Ia juga mengingatkan, bahwa kelambanan dalam penanganan bisa berakibat fatal, terutama saat musim hujan atau bagi pengendara malam hari.

“Kalau dibiarkan berlarut, risikonya nyawa. Pemkot harus turun langsung, jangan menunggu situasi makin parah atau bahkan ada korban jiwa,” tambahnya.

Maka dari itu, Subandi mendesak Pemkot tidak hanya melakukan perbaikan sementara, tetapi mencari solusi jangka panjang.

“Jangan sampai habis diperbaiki rusak lagi. Harus berkelanjutan, aman dan bisa digunakan masyarakat dalam jangka panjang,” tegasnya.

Terakhir, Ia juga meminta agar pengawasan proyek infrastruktur di Samarinda diperketat untuk mencegah terulangnya kasus serupa di masa depan. (Adv/Rob/Bey)