Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Sarkowi V Zahry, menyatakan terpilihnya Kaltim sebagai tuan rumah dalam kegiatan Dialog Serantau Borneo Kalimantan (DSBK) ke-16 merupakan hal yang baik sebab acara tersebut berskala internasional yang akan mempertemukan delegasi dari tiga negara yakni Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Diketahui, acara tersebut akan dilaksanakan Hotel Harris Samarinda, selama empat hari mulai dari 17 hingga 20 Juni 2025 mendatang.
“Kita patut bersyukur atas kepercayaan yang diberikan ini. Sekarang tinggal bagaimana kita membuktikan bahwa Kalimantan Timur mampu menjadi tuan rumah yang profesional dan memberikan kesan baik kepada seluruh peserta,” ujar Sarkowi, pada Senin (16/06/2025).
Menurutnya, DPRD Kaltim juga sudah memberikan dukungan penuh dalam hal anggaran guna memastikan kelancaran pelaksanaan DSBK.
Ia mengungkapkan, meskipun sempat muncul wacana pemangkasan anggaran dalam pembahasan Badan Anggaran, namun setelah melalui dialog dengan Sekretaris Daerah, usulan itu dibatalkan demi menjaga nama baik Kaltim.
“Status Kaltim sebagai tuan rumah sudah ditetapkan jauh hari, sehingga kita tidak boleh main-main. Semua pihak harus menunjukkan keseriusan dalam mempersiapkan acara ini,” tegasnya.
Lebih dari sekadar pertemuan regional, Sarkowi menilai DSBK juga dapat menjadi ajang promosi kebudayaan lokal. Ia mendorong agar kekayaan seni dan budaya Kaltim tampil maksimal dalam perhelatan ini.
“Kita punya potensi budaya yang sangat kaya. Ini saatnya para seniman dan pelaku budaya daerah menunjukkan karyanya kepada tamu-tamu dari negara tetangga,” paparnya.
Sarkowi juga mengingatkan bahwa payung hukum untuk pengembangan budaya di Kaltim sudah sangat jelas dengan adanya Peraturan Daerah (Perda) tentang Pemajuan Kebudayaan, yang bahkan menjadi perda pertama di Indonesia terkait isu tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya percepatan penerbitan Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai aturan teknisnya.
“Perda-nya sudah kita sahkan. Sekarang tinggal bagaimana kita memastikan implementasinya berjalan. Penyusunan Pergub-nya sedang kita dorong agar cepat rampung,” jelasnya.
Disisi lain, dirinya juga sempat menyinggung, peran penting Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) yang akan menjadi garda terdepan dalam pelestarian budaya Kaltim ke depan. Namun, untuk menunjang peran tersebut, diperlukan alokasi anggaran yang terencana secara bertahap.
“ISBI akan menjadi pilar utama pelestarian budaya kita. Karena itu dukungan anggaran yang stabil sangat diperlukan agar pengembangan budaya tidak hanya berjalan sesaat, tapi berkelanjutan,” tutup Sarkowi. (Adv/Rob/Bey)












