Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDPRD Kaltim

Kasus Dugaan Covid-19 Muncul Lagi di Kaltim, Yenni Eviliana Desak Pemprov Bergerak Cepat

150
×

Kasus Dugaan Covid-19 Muncul Lagi di Kaltim, Yenni Eviliana Desak Pemprov Bergerak Cepat

Sebarkan artikel ini

Timeskaltim.com, Samarinda – Isu kemunculan kembali kasus Covid-19 di Kalimantan Timur (Kaltim) memicu kekhawatiran publik. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRR) Kaltim, Yenni Eviliana, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan rumah sakit segera mengambil langkah cepat dan tepat guna mencegah potensi penyebaran virus lebih luas ke masyarakat.

Menurutnya, kecepatan dalam merespons situasi saat ini adalah hal yang paling krusial. Ia mengingatkan bahwa keterlambatan tindakan dapat mengulangi krisis kesehatan seperti yang terjadi pada 2019 lalu.

“Kalau memang ini Covid, maka tidak ada pilihan lain selain evakuasi segera dan penanganan darurat. Jangan tunggu situasi memburuk baru bergerak,” ujar Yenni belum lama ini.

Politikus perempuan itu juga menggarisbawahi pentingnya transparansi informasi dari pemerintah dan fasilitas layanan kesehatan. Baginya, keterbukaan data bukan hanya soal akuntabilitas, tapi juga bentuk perlindungan terhadap masyarakat.

“Informasi soal dugaan Covid tidak boleh disembunyikan. Justru harus diumumkan secara terbuka agar masyarakat bisa lebih waspada, tidak panik tapi tahu cara melindungi diri,” katanya menegaskan.

Yenni pun menyoroti reaksi beragam dari masyarakat. Sebagian ada yang mulai panik, namun tak sedikit pula yang justru menganggap enteng kabar tersebut. Ia mengimbau agar warga tetap tenang dan kembali disiplin menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Mari kita ingat lagi pelajaran dari pandemi lalu. Jaga imun tubuh, sering cuci tangan, konsumsi makanan sehat, dan hindari kerumunan. Langkah sederhana ini bisa menyelamatkan banyak nyawa,” ujarnya.

Diketahui, dua pasien dengan gejala mirip Covid-19 saat ini sedang dalam pengawasan, dan sampel mereka telah dikirim ke laboratorium di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, untuk diuji lebih lanjut. Yenni berharap hasilnya segera keluar dan ditindaklanjuti secara sigap.

Ia menekankan bahwa kerja sama semua pihak sangat dibutuhkan dalam situasi seperti ini. Menurutnya, pencegahan jauh lebih penting daripada penyesalan di kemudian hari.

“Kita tidak boleh lengah. Kesehatan adalah tanggung jawab bersama, dan penanganannya harus kolektif, bukan hanya tugas pemerintah atau tenaga medis saja,” pungkasnya. (Adv/Rob/Bey)