Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDPRD Kota Samarinda

Dorong Inklusi Kerja, DPRD Samarinda Apresiasi Job Fair 2025 dan Serukan Akses Setara bagi Disabilitas

111
×

Dorong Inklusi Kerja, DPRD Samarinda Apresiasi Job Fair 2025 dan Serukan Akses Setara bagi Disabilitas

Sebarkan artikel ini
Kegiatan Job Fair 2025 di Hotel Mercure Samarinda. (Berby/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Gelaran Job Fair Samarinda 2025 yang dihelat di Hotel Mercure menarik minat besar dari pencari kerja. Lebih dari 2.500 pelamar hadir mengikuti ajang tersebut, yang menghadirkan 35 perusahaan dari berbagai sektor. Hal ini menjadi bukti bahwa kebutuhan akan lapangan kerja di Kota Tepian masih sangat tinggi.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Harminsyah, mengapresiasi pelaksanaan acara ini yang digagas oleh Dinas Tenaga Kerja. Menurutnya, event tersebut menunjukkan kemajuan dalam upaya membuka akses kerja seluas-luasnya bagi warga kota.

“Langkah ini patut diberi penghargaan. Job fair seperti ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta bisa menghasilkan sesuatu yang konkret bagi masyarakat,” katanya saat ditemui Rabu (25/6/2025).

Namun demikian, Harminsyah mengingatkan agar hasil dari job fair ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Ia menegaskan DPRD akan mengawal sejauh mana efektivitas rekrutmen terjadi setelah acara berlangsung.

“Kami akan menunggu data realisasi dari kegiatan ini. Berapa lowongan yang terisi, berapa pelamar yang diterima, dan apakah ada proses lanjutan. Ini penting agar program serupa di masa depan benar-benar berdampak,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia menaruh perhatian khusus pada kelompok penyandang disabilitas. Menurutnya, perusahaan yang terlibat seharusnya mulai menerapkan prinsip inklusivitas dalam rekrutmen mereka.

“Kami dorong agar teman-teman disabilitas diberi ruang yang setara dalam dunia kerja. Ini bagian dari hak mereka, dan dunia usaha harus ikut ambil peran,” tegas politisi tersebut.

Harminsyah juga menilai job fair semestinya bisa menjadi tolok ukur arah kebijakan ketenagakerjaan di Samarinda, terutama dalam memastikan bahwa pembangunan ekonomi daerah menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

“Isu ketenagakerjaan bukan sekadar soal angka pengangguran. Ini soal keadilan dan keberlanjutan. Maka semua kelompok termasuk yang paling rentan harus dilibatkan,” tutupnya. (Adv)