Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDPRD Kaltim

Salehuddin Dorong Pemprov Kaltim Prioritaskan Pembangunan Sekolah Menengah dan SLB di Daerah Pinggiran

266
×

Salehuddin Dorong Pemprov Kaltim Prioritaskan Pembangunan Sekolah Menengah dan SLB di Daerah Pinggiran

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Salehuddin. (Istimewa)

Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Salehuddin, menyoroti masih minimnya perhatian terhadap infrastruktur pendidikan tingkat menengah dan luar biasa (SLB) di sejumlah wilayah di provinsi tersebut.

Ia mendorong Pemerintah Provinsi untuk segera mengambil langkah konkret demi memastikan pemerataan akses pendidikan yang layak. Menurutnya, hal ini menjadi hambatan serius dalam menciptakan proses pembelajaran yang optimal bagi para siswa.

“Banyak sekolah yang fasilitasnya belum mendukung pembelajaran yang ideal. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan oleh pemerintah provinsi,” ujar Salehuddin, pada Kamis (05/06/2025).

Tak lupa, Salehuddin bilang, pertumbuhan jumlah penduduk di berbagai wilayah, terutama di kawasan berkembang, turut memicu peningkatan kebutuhan ruang belajar dan bangunan sekolah baru. Namun sayangnya, pembangunan pendidikan selama ini masih cenderung terkonsentrasi di wilayah perkotaan.

“Kita harus mulai memperluas jangkauan pembangunan sekolah ke daerah-daerah yang selama ini belum tersentuh, termasuk wilayah pedalaman dan pinggiran,” jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa kewenangan pengelolaan SMA, SMK, dan SLB berada di tangan pemerintah provinsi. Oleh karena itu, pemenuhan infrastruktur pada jenjang tersebut, menurutnya, tak bisa ditunda-tunda lagi dan harus menjadi prioritas utama dalam kebijakan pembangunan daerah.

“Kalau kebutuhan dasar seperti sekolah saja belum merata, bagaimana kita mau berbicara tentang kualitas sumber daya manusia?” katanya tegas.

Tak hanya mengandalkan eksekutif, Salehuddin juga mendorong adanya sinergi lintas sektor. Ia percaya kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dunia usaha, dan masyarakat dapat mempercepat penyediaan sarana pendidikan yang lebih baik.

“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Dengan kerja sama, kita bisa memastikan setiap anak di Kaltim mendapatkan akses pendidikan yang adil dan bermutu,” ujarnya optimis.

Terakhir, menurutnya, pembangunan infrastruktur pendidikan yang menyeluruh akan menjadi investasi besar bagi masa depan Kalimantan Timur dalam menghadapi tantangan global dan transformasi menuju Ibu Kota Negara baru. (Adv/Rob/Bey)