Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Hukum & PeristiwaSamarinda

Viral Siswi SD Dikeroyok di Samarinda, Polisi Sebut Dipicu Cekcok di Medsos dan Isu Pacar

482
×

Viral Siswi SD Dikeroyok di Samarinda, Polisi Sebut Dipicu Cekcok di Medsos dan Isu Pacar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi penganiayaan (ist)

Timeskaltim.com, Samarinda – Peristiwa pengeroyokan terhadap seorang siswi sekolah dasar (SD) berusia 12 tahun yang terjadi pada Jumat (2/5/2025) sore di kawasan Folder Perumahan Haji Saleh, Kelurahan Tani Aman, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, viral dan menjadi sorotan publik

Setelah menerima laporan, hanya membutuhkan waktu 30 Menit, Unit Reserse Kriminal Polisi Sektor (Polsek) Samarinda Seberang, langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP).

Sebagaimana yang telah tayang di media sosial, dalam vidio rekaman tersebut, tampak korban dipukuli, dijambak, hingga diinjak oleh sejumlah remaja.

Kepad awak media, Kapolsek Samarinda Seberang, AKP A. Baihaki, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan sekitar pukul 14.30 WITA.

“Jadi setelah lapaoran diterima kami mengerahkan Unit Reskrim ke TPK. Syukurlah, seluruh individu yang terlihat dalam video telah kami amankan. Saat ini, mereka masih dalam proses pemeriksaan,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dari tahap awal penyelidikan, pihaknya berhasil mengidentifikasi, terdapa sembilan anak yang berada di lokasi kejadian, dan dari kesembilan anak tersebut statusnya masih di bawah umur.

“Untuk sementara berstatus sebagai saksi. Karena melibatkan anak-anak, kami harus menangani dengan hati-hati sesuai dengan prosedur penanganan anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH),” timpalnya.

Ia juga mengatakan bahwa tidak semua anak dalam video melakukan kekerasan. Beberapa hanya terlihat merekam atau menyaksikan kejadian, sehingga penyelidikan untuk mengungkap pelaku utama terus berlanjut.

“Kami tengah menelusuri motif dibalik pengeroyokan ini apa,” ucapnya.

Namun, dugaan sementara mengarah pada dua hal.

Pertama, adanya percekcokan di media sosial antara korban dan pelaku yang berujung saling ejek. Kedua, korban diduga dituduh merebut pacar salah satu pelaku, yang memicu kemarahan hingga berujung aksi kekerasan.

“Informasi awal menyebutkan saling hina di media sosial. Kemungkinan karena tersinggung, pelaku lalu mendatangi rumah korban dan membawanya ke lokasi kejadian,” jelasnya.

Diakhir Polisi berpangkat tiga balok emas tersebut, meminta bagi para orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anak, khususnya dalam penggunaan media sosial.

“Kasus ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Orang tua harus lebih aktif memantau aktivitas daring anak-anaknya agar perselisihan dunia maya tidak berubah menjadi kekerasan di dunia nyata,” pungkasnya. (Has/Bey)