Timeskaltim.com, Samarinda – Fenomena mogoknya sejumlah kendaraan roda dua maupun empat usai melakukan pengisian BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Samarinda semakin meluas.
Kondisi ini kian membayangi masyarakat Kota Tepian (julukan Samarinda), sehingga mengakibatkan menyulut amarah masyarakat.
Menanggapi perihal tersebut, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Samarinda akan melancarkan aksi demonstrasi, pada Selasa (8/4/2025) besok.
Ketua PC PMII Samarinda, Taufikuddin, menyatakan bahwa dampak yang ditimbulkan dari mogoknya kendaraan yang diduga akibat bahan bakar bermasalah ini, tidak dapat dibiarkan begitu saja.
“Banyak motor masyarakat yang menjadi korban akibat dugaan oplosan Pertamax dan Pertalite ini. Masyarakat harus menanggung biaya perbaikan, ini jelas merugikan,” ujar Taufikuddin, dalam keterangan tertulis yang diterima oleh Timeskaltim.com, pada Senin (7/4/2025).
Taufikuddin bilang, PMII juga menyoroti pentingnya perlindungan konsumen sebagaimana yang telah diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK).
“Kami menuntut agar hak-hak konsumen dipenuhi, termasuk hak atas kenyamanan, keamanan, dan informasi yang benar atas barang yang dikonsumsi,” ucapnya.
Pihaknya merasa meski PT Pertamina Patra Niaga telah memberikan klarifikasi mengenai kualitas bahan bakar yang di distribusikan aman dan sesuai dengan standar yang ditetapkan, tetap saja belum meredakan keresahan dikalangan masyarakat.
“Sidak Gubernur Kaltim beserta jajaran OPD, juga rasa-rasanya tidak menjawab persoalan,” pungkasnya.
Diketahui, PC PMII Samarinda akan menggelar aksi demonstrasi di depan Depo atau Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina Patra Niaga di Jalan Cendana, Teluk Lerong Ulu, Besok Selasa (8/4/2025) siang dengan menurunkan ratusan lebih massa aksi. (Has/Bey)












