
Bendahara Majelis Organisasi Daerah Nasional (MODN) Mahfudz Ghozali.(Ist)
Timeskaltim.com, Samarinda – Presiden RI Joko Widodo atau dikenal Jokowi, telah menetapkan Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai Ibu Kota Negara (IKN) dengan menyandang nama Nusantara. Hal tersebut ditanggapi Bendahara Majelis Organisasi Daerah Nasional (MODN) Mahfudz Ghozali. Ia berpendapat, Kepala Badan Otorita IKN harus dipimpin oleh pemuda asli daerah Kaltim.
“IKN harus ada putera daerah. Karena dari situlah, suara masyarakat Kaltim bisa diakomodir dan tidak melenceng akan tujuan pasti IKN masuk ke Kaltim,” jelasnya, saat ditemui awak media, Minggu (30/1/2022) siang.
Pria yang akrab disapa Mahfudz ini menambahkan, putra daerah merupakan pilihan yang tepat dalam menyelesaikan persoalan setempat. Sebab, putra daerah sangat memahami polemik secara geografis. ada beberapa, sebut Mahfudz, sebagai sosok dari Kalimantan yang layak menjadi Kepala Otorita IKN. Salah satunya yakni Irianto Lamnrie.
Baca Juga: MODN Mendukung Pengesahan UU IKN, Mahfudz: Kepala Otorita Harus Orang Kaltim
“Rekam jejak serta pengalaman yang mumpuni. Bukan tanpa alasan, Irianto merupakan birokrat yang namanya dikenal oleh masyarakat di Kaltim,” ucapnya.
Dalam rekam jejaknya, cerita Mahfudz, karir Irianto dinilai memiliki integritas yang memumpuni untuk memimpin Kepala Otorita IKN. Terbukti, dengan meniti karir sebagai dosen di Universitas Mulawarman serta beberapa perguruan tinggi lain. Bahkan, Irianto juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas. Serta, di lingkungan Pemprov Kaltim pun pernah diemban, hingga menjadi Sekda Provinsi Kaltim 2009 – 2015, sebelum ditunjuk pusat sebagai Pejabat Gubernur Kaltara 2013 – 2015 dan terpilih menjadi gubernur definitif 2016 – 2020.
“Saya yakin dengan beliau menjadi Kepala Otorita IKN, masalah masyarakat di Kaltim akan menjadi prioritas utama,” pungkasnya.(wan)












