Timeskaltim.com, Samarinda – Laksanakan program Sepekan Bersama dan Spamel Berbagi (Bakti Sosial), Sekolah Menengah Pertama (SMP) Plus Melati mengunjungi Kelurahan Tenun dan Kelurahan Ketupat Kota Samarinda.
Kepada awak media, Kepala Sekolah, SMP Melati Plus, Arif Noor Pratama, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan perwujudan program unggulan yang diinisiasi oleh pihak sekolah.
Selain itu, agenda ini juga dikatakannya, bertujuan agar siswa dapat belajar langsung bersama dengan masyarakat.
“Program sepekan bersama masyarakat dan spamel berbagi ini diikuti oleh 10 siswa terbaik perwakilan SMP Plus Melati,” ucap Arif, Rabu (11/12/2024).
Arif menyebut, kegiatan pertama yang dilaksanakan di Kelurahan Tenun itu, para siswa dikenalkan warisan budaya yang dimiliki oleh Kota Tepian, serta tata cara menenun yang baik dan benar berikut dengan alat-alat tenunnya.
Mengingat berbagai latar belakang daerah para siswa SMP Plus Melati yang beragam dan dalam rangka mencetak regenerasi peserta yang cinta akan budaya, sehingga program ini diharapkan mampu memberikan dampak positif pada siswa.
Tak hanya itu, supaya kelak, para siswa tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga menjadi produsen dan bisa memahami dan menghargai sebuah proses.
“Setelah dilapangan, kami diberitahukan oleh pegiat tenun di sana, kalau minat anak-anak muda terhadap tenun sekarang sangat kurang. Bahkan yang bisa mengendalikan alat tenun itu sisa tiga orang yang sudah lansia,” ujarnya.
Arif juga menyampaikan, selain mempraktekkan tata cara menenun di Kelurahan Tenun, para siswa juga diajak untuk berkunjung dan belajar bersama masyarakat di Kampung Ketupat.
Bahkan, lebih serunya lagi, tutur Arif, para siswa juga diajarkan cara menganyam atau membuat berbagai bentuk ketupat.
“Jadi memang tidak hanya tenun, tetapi juga cara membuat ketupat. Kami optimis bahwa program unggulan ini mampu mencetak individu siswa yang terampil,” katanya.
“Seyogianya peserta didik ini jangan hanya dikenalkan tentang teknologi akan tetapi budaya sungguh amat penting, mengingat bahwa budaya merupakan warisan yang harus terus dilestarikan,” timpalnya.
Arif juga mengakui, selain melaksanakan kedua kegiatan di atas. Para siswa juga melakukan kegiatan bakti sosial yakni dengan memberikan sembako pada lansia, janda yang berprofesi sebagai penenun, serta anak-anak yatim yang ada di dua kelurahan tersebut.
“Sembako yang diberikan merupakan uluran tangan oleh seluruh SMP Melati Plus melalui kegiatan Jum’at amal di sekolah.” bebernya.
Diakhir, ia menyebutkan, semua kegiatan tersebut pihaknya laksanakan agar sejalan dengan visi misi sekolah yakni cerdas secara spiritual, emosional, sosial, dan intelektual.
“Harapannya bisa mengimpelementasikan proses pembelajaran Learning By Doing (belajar sambil melakukan),” tandasnya. (Has/Bey)












