Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Kukar

Warga Kukar Keluhkan Truk Bermuatan Besar, Satlantas Imbau Operasional Dilakukan Malam Hari

572
×

Warga Kukar Keluhkan Truk Bermuatan Besar, Satlantas Imbau Operasional Dilakukan Malam Hari

Sebarkan artikel ini
Antrian Truk Dengan Muatan Besar. (Ist.)

Timeskaltim.com, Kukar – Banyak Warga Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengeluhkan banyaknya truk bermuatan besar yang melintas dan parkir di jalan umum pada siang hari.

Aktivitas tersebut menyebabkan kemacetan parah dan menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya kecelakaan lalu lintas (laka lantas).

Merespons keluhan masyarakat, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kukar mengimbau agar pengemudi truk bermuatan hanya beroperasi pada pukul 23.00 WITA ke atas. Hal ini dilakukan untuk mengurangi dampak kemacetan serta mencegah potensi kecelakaan.

“Kejadian ini sempat menjadi perdebatan di kalangan masyarakat. Bahkan, kemarin juga terjadi laka lantas di kawasan itu,” ujar Kasatlantas Polres Kukar, AKP Rachman Ashari, pada Selasa (10/12/2024).

Rachman menjelaskan, bahwa kendaraan besar roda enam, khususnya truk bermuatan , sebaiknya tidak menggunakan jalan umum pada siang hari.

Namun, ada pengecualian jika kondisi jalan poros tertentu memungkinkan, dengan syarat operasional dilakukan di malam hari.

“Terkait boleh atau tidaknya melintas, ada klasifikasi tertentu. Jika kendaraan terlalu besar, memang tidak disarankan untuk melewati jalan umum,” jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa aturan ini bertujuan untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan para pengguna jalan lainnya.

“Kami imbau pengemudi truk melintas di malam hari agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Hal ini juga untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas,” tambah AKP Rachman.

Satlantas Polres Kukar bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar berencana meningkatkan patroli guna memastikan pengemudi truk bermuatan mematuhi aturan.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak memarkir kendaraan di pinggir jalan agar tidak menambah kemacetan.

“Kami berharap ke depan ada lahan parkir yang lebih representatif. Mari bersama-sama menaati aturan yang sudah ditetapkan demi kenyamanan bersama,” tutup Rachman. (Rob/Bey)