Timeskaltim.com, PPU – Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Jamaludin, S.Sos, menyampaikan keprihatinannya terkait tingginya angka putus sekolah di daerah PPU.
Sebagai anggota Komisi II yang membidangi pendidikan, ia merasa memiliki tanggung jawab besar untuk memperjuangkan kebijakan yang dapat memperbaiki akses pendidikan di PPU.
Jamaludin mengungkapkan bahwa masalah pendidikan bukan hanya sekadar urusan pemerintah, tetapi juga masalah pribadi baginya.
Ia mengenang masa kecilnya yang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan merasa sangat prihatin melihat banyaknya anak-anak di PPU yang mengalami nasib serupa.
“Kalau bicara masalah pendidikan, saya sangat peduli. Ini bukan sekadar urusan pemerintahan, ini pribadi bagi saya. Saya sendiri hanya bersekolah sampai SMP, dan melihat situasi seperti ini membuat saya sedih,” ujar Jamaludin dengan nada penuh kepedulian, Rabu (29/10/2024).
Menurutnya, kualitas pendidikan di PPU masih perlu banyak perbaikan, dan hal ini menjadi fokus utama dalam kerjanya di Komisi II.
Jamaludin berharap pemerintah daerah dapat lebih serius dalam menyediakan fasilitas pendidikan yang memadai, serta memberikan beasiswa dan pelatihan yang relevan untuk anak-anak di daerah pelosok dan dari keluarga kurang mampu.
“Jangan sampai anak-anak kita mengalami apa yang saya alami dulu. Pendidikan adalah jendela dunia, dan saya ingin setiap anak di PPU bisa melihat dunia lewat jendela itu,” lanjutnya.
Dengan semangat tersebut, Jamaludin berkomitmen untuk memperjuangkan kebijakan yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan di PPU, serta memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang setara untuk sukses di dunia pendidikan. (Adv)












