Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Daerah

Resmi Dilantik Sebagai Legislator Senayan, Syafruddin Komitmen Gagas Pembangunan Kaltim

981
×

Resmi Dilantik Sebagai Legislator Senayan, Syafruddin Komitmen Gagas Pembangunan Kaltim

Sebarkan artikel ini
Teks Foto : Anggota DPR RI Dapil Kaltim, Syafruddin. (Muhammad Hasbi / Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda  Anggota DPR RI Daerah pemilihan (Dapil) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Syafruddin berkomitmen siap mengawali pembangunan di daerah berjulukan Bumi Etam ini.

Kepada wartawan Times Kaltim, Syafruddin, mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kaltim, yang telah memberikan dukungan suara kepadanya di Pemilihan Legislatif (Pileg) pada 14 Februari 2024 lalu.

Sebagai informasi, Syafruddin, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Provinsi Kaltim,  berhasil memperoleh 86.048 ribu dari total keseluruhan suara, berdasarkan ketetapan  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kaltim.

Ditemui di Kantin Nasi Pecel Ibu Krip Universitas Mulawarman (Unmul), pada Senin (07/10/2024) siang. Ia mengungkapkan siap menjalankan amanah masyarakat Kaltim di gedung kura-kura (julukan gedung DPR RI).

“Tentu dengan riang gembira, saya sangat siap memperjuangkan aspirasi masyarakat Kaltim,” ucapnya.

Sebagai senator baru di Senayan, ia menyebutkan ada banyak harapan rakyat Kaltim yang secepatnya harus diperjuangkan. Selain itu, Syafruddin, juga mengatakan ada tanggung jawab, selama 5 tahun kedepan yang menjadi prioritas perjuangan terutama dibidang pembangunan.

“Ini adalah sebuah pekerjaan yang berat, maka dari itu saya mohon doa restu dari masyarakat Kaltim. Agar saya bisa berkerja dengan maksimal, untuk mewujudkan apa yang menjadi harapan dan cita-cita masyarakat Kaltim,” ujarnya.

Laki-laki kelahiran Bima Nusa Tenggara Barat (NTB) 15 Oktober 1977 ini, mengutarakan keinginannya agar bisa ditempatkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB di Komisi 5 DPR RI, yaitu meliputi bidang infrastruktur dan perhubungan.

“Saya ingin sekali bisa ditugaskan di komisi 5, biar bisa memperjuangkan infrastruktur Kaltim,” sebutnya

Dilanjutkannya, bahwa infrastruktur yang ingin diperjuangkan ialah tentang kondisi jalan, air bersih, jembatan, infrstruktur pendidikan, kesehatan dan juga listrik. Kata dia, beberapa masalah yang ia sebutkan merupakan masalah  fundamental yang dirasakan masyarakat Kaltim hari-hari ini.

Karir 10 Tahun di Kursi DPRD Kaltim

Beradasarkan data yang dihimpun oleh media ini, pada Pilieg 2014 lalu, Syafruddin, berhasil menorehkan prestasi yang baik dan besejarah. Dengan menempatkan dirinya sebagai anggota DPRD Kaltim periode 2014-2019 dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kaltim 6, meliputi Kota Bontang, Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau.

Arkian pada Pilek 2019, ia kembali mencalonkan diri dari Dapil Kaltim 2 yaitu Kota Balikpapan. Natijah yang baik membuat ia kembali ke karang paci (julukan DPRD Kaltim) untuk yang kedua kalinya, dengan meraup suara terbanyak ketiga setelah Hasanuddin Mas’ud (Golkar) dan Edy Sunardi Darmawan (PDIP).

Maju di daerah pemilihan (Dapil) yang berbeda bukanlah suatu masalah bagi dirinya.

Hal itu ia buktikan pada Pileg 2019-2024 lalu, Bang Udin, sapaan akrabnya juga menjelaskan jika ingin memberi sumbangsih kepada rakyat.

Maka sebagai wakil rakyat, sudah seyogianya bekerja dengan hati yang ikhlas, tanpa sekat dengan rakyat, dan jamak mendengarkan apa yang dimau rakyat.

“Alhamdulillah bekerja dengan hati yang ikhlas, dan selalu memohon doa restu rakyat, saya bisa dua periode di DPRD Kaltim dengan dapil yang berbeda. Dan dipercayai sebagai anggota DPRD Kaltim,” jelasnya.

“Selama sepuluh tahun di DPRD Kaltim, saya telah berusaha memperjuangkan apa yang menjadi masalah dasar masyarakat Kaltim, contohnya seperti yang sudah saya sebutkan tadi. Insyallah perjuangan akan berlanjut ke DPR RI,” timpalnya.

Tanggapan Pengamat Politik Fisipol Unmul

Sebagai anggota DPRD Kaltim di dua Dapil yang berbeda, dan naik tingkat menjadi anggota DPR RI, Syafruddin, berhasil  hatarick sebagai senator legislatif, yang akhir-akhir ini menjadi politisi yang cukjp trending topik di Bumi Etam.

Pasalnya, meski Syafruddin bukanlah seorang politisi lokal Kaltim, namun ia berhasil berdikari dan membangun karir politik nan-cemerlang di Kaltim.

Keberhasilan ketua PKB Kaltim itu pun, mendapat respon positif dari pengamat politik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Unmul, Jumansyah.

Saat dihubungi melalui sambungan telpon WhatsApp, pada Selasa (08/10/2024) Sore. Kepada Times Kaltim, Jumansyah, mengungkapkan secara aspek politik bahwa keberhasilan itu patut diapresiasi.

Maka pesta demokrasi kedepan baik itu Pileg/Pilkada tidak lagi tendensius secara lokal wisdom, karena sudah menjadi sebuah keinginan bersama bagi semua orang, agar demokrasi bisa berjalan secara transparan dan adil.

“Maka siapapun boleh terlibat tanpa melihat asal muasalnya,” ucapnya.

Maka dari itu, ia mengatakan bahwa ada kedewasaan yang direpresentasikan oleh yang bersangkutan (Syafruddin) di Kaltim. Lanjut, kata Jumanysah, itu adalah sebagai bukti bahwa demokrasi hari ini telah mengalami transisi perubahan yang moderenisasi/baik.

“Karena pada dasarnya demokrasi yang baik itu bukan lagi melihat, anda itu siapa, asalnya dari mana, anaknya siapa, dan suku apa,” ujar Jumansyah.

Akan tetapi, selama masih bisa merepresentasikan masyarakat dan kepentingan daerah maka itulah yang terbaik. Maka dari itu ia menilai bahwa hal-hal positif itulah yang berhasil dihadirkan oleh seorang Syafruddin.

Selain itu sebagai upaya strategi politik, itu merupakan sebuah keberhasilan. Pasalnya, tidak sedikit juga yang mampu mempertahankan posisi itu.

“Sejauh ini, itu merupakan karir yang cukup baik sebagai wakil rakyat, terlepas dari riuh-riuh lokal wisdom. Cuman dia (Syafruddin) mampu untuk tetap eksis dan bertrasformasi, menjadi wakil rakyat yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tandasnya.

Diakhir dosen Fisipol Unmul ini menyebutkan, apa yang sejauh ini diperbuat tentu telah dinilai oleh rakyat khusunya masyarakat Kaltim.

“Sehingga kemampuan beliau dalam mengkompersikan kebutuhan masyarakat, menjadi kompersi suara itu yang menarik saya lihat,” pungkasnya. (Has/Wan)