Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Hukum & Peristiwa

Dua Anak Tenggelam Ditemukan Tak Bernyawa Danau Bekas Tambang Tenggarong Seberang

406
×

Dua Anak Tenggelam Ditemukan Tak Bernyawa Danau Bekas Tambang Tenggarong Seberang

Sebarkan artikel ini
Penemuan Korban Tenggelam di Danau Bekas Galian Tambang di Desa Bangun Rejo. (Roby Sugiarto/Timeskaltim)

Timeskaltim.com, Kukar – Sebuah insiden tragis kembali terjadi di Kutai Kartanegara (Kukar) setelah dua anak, AAPJ (10) dan VRT (9), tenggelam di danau bekas galian tambang di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang pada, Sabtu (14/09/2024). Kabar ini sempat viral di media sosial setelah pencarian intensif dilakukan oleh tim gabungan.

Kedua korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa setelah upaya pencarian melibatkan Polsek Tenggarong Seberang, Tim SAR, BPBD Kukar, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, serta masyarakat setempat.

Kejadian memilukan ini terjadi sekitar pukul 16.30 Wita ketika kedua korban bersama empat teman mereka bermain dan berenang di danau bekas tambang tersebut.

Menurut keterangan saksi, kedua korban berenang menuju tengah danau sementara empat teman mereka tetap berada di tepi. Namun, sekitar pukul 16.30 Wita, kedua korban tiba-tiba menghilang.

Tim gabungan yang tiba di lokasi segera melakukan pencarian, dan pakaian yang ditinggalkan korban di tepi danau menjadi petunjuk penting. Setelah pencarian intensif, kedua korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal.

Kapolsek Tenggarong Seberang, IPTU Raymond Juliano William, membenarkan penemuan tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya telah menjalankan prosedur penanganan sesuai standar.

“Kedua korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal. Kami langsung melakukan prosedur penanganan sesuai standar,” ujar IPTU Raymond.

Insiden ini kembali menambah daftar panjang korban tenggelam di lubang bekas tambang di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).

IPTU Raymond juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih waspada dan memperhatikan keselamatan anak-anak, terutama ketika bermain di area yang berbahaya seperti danau bekas tambang.

“Kami mengimbau agar masyarakat berhati-hati dan menjauhi danau bekas tambang demi keselamatan bersama,” tambahnya.

Setelah penemuan kedua korban, proses pencarian resmi dihentikan. Pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden ini serta meningkatkan patroli di area bekas tambang guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (Rob/Wan)