Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Daerah

Fahmil Qur’an Kaltim Berhasil Meraih Juara 1 MTQN Ke 30

397
×

Fahmil Qur’an Kaltim Berhasil Meraih Juara 1 MTQN Ke 30

Sebarkan artikel ini
Teks Foto : Suasana kafilah Kaltim, saat mengikuti lomba Fahmil Qur'an, yang dilaksanakan di Gedung Odah Bebaya, kawasan Kantor Gubernur Kaltim, Sabtu (14/08/2024) pagi. (Muhammad Hasbi/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Kafilah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), berhasil menorehkan hasil maksimal di babak final cabang lomba Fahmi Quran pada MTQ Ke – 30 di Kota Samarinda.

Dilaksanakan di Gedung Odah Bebaya, kawasan kantor Gubernur Kaltim, Sabtu (14/08/2024) pagi. Kafilah kaltim didampingi langsung oleh Sekertaris Daerah (Setda) Kaltim, Sri Wahyuni, para orang tua dan keluarga, serta masyarakat pun turut berpatisipasi.

Suara teriakan terus-terusan begemuruh dalam rungan odah bebaya, setiap kali kafilah Kaltim mendapatkan nilai seratus dari dewan hakim, karena menjawab pertanyaan dengan benar.

Ahmed Mohammed (Bontang), Devan Bagus Putra Arifin (Bontang), dan Muhammad Rifqi Rizal (Kukar) tampil  percaya diri disetiap sesi lomba, mereka berhasil mengumpulkan 1.910 poin paling tinggi dari Kafilah Riau 1.040 dan Sumatera Selatan 1.470 poin.

Kepada awak media, Syamsiroh, mengungkapkan bahwa, ucapan rasa syukur kepada Allah Swt atas nikmat yang telah diberikan, sehingga perwakilan Kaltim pada lomba Fahmil Qur’an mendapatkan juara pada laga final.

“Anak-anak tadi tampil sangat luar biasa, saya melatih mereka sejak tahun 2020 dari kelas VII SMP, alhamdulillah latihan tahap demi hingga daat saat ini tidak sia sia, kami yakin Allah telah takdirkan mereka untuk mengharumkan nama Kaltim,” ujarnya pada wartawan Timeskaltim usai mendampingi anak-anak didiknya lomba.

Syamsiroh juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung dan mendoakan ananda Devan dan kedua teman nya.

“Terima kasih kepada Ibu Setda, yang sejak awal hingga akhir tadi turut menemani kami, kepada ketua dan jajaran LPTQ provinsi yang sudah mensuport selama ini,” ungkapnya.

Kata dia, meski sempat mencenangkan, Devan dan kedua teman nya mampu membaca serta memahami dengan cepat dan tepat atas pertanyaan yang diberikan.

“Seusai babak semi final, kami banyak memberikan secara spesifikasi materi-materi pembelajaran, mulai dengan latihan mendeteksi dengan cepat menentukan jawaban pada soal, dan itu berbuah manis,” timpalnya.

Ia mengakui bahwa, menjadi juara pada hari ini telah banyak melewati perjalanan dan proses yang cukup panjang, dimulai dengan mengikuti Training Center selama sembilan kali.

Untuk diketahui, dalam menghadapi MTQ Nasional Ke – 30 ini, Devan dan kedua teman nya telah dipersiapkan sejak tahun 2020, dengan mengikuti lomba di Kabupaten/ Kota dan Provinsi.

“Meski jarang bertemu, tapi dalam momen-momen latihan nya kami dan mereka saling berusha untuk menyatukan kebersamaan hati serta pikiran, sehingga ketika mengikuti lomba ini mereka sudah sangat siap. Sekali lagi manjada wad jadah, siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil,” sebut Syamsiroh.

Diakhir, Syamsiroh yang merupakan Guru di SMP Vidatra Kota Bontang ini, dengan bangga menyebutkan bahwa ini menjadi secara Fahmil Qur’an kafilah Kaltim berhasil menjadi juara pertama.

“Kalau ke semi final sudah sering, tetapi yang berhasil mendapatkan juara I untuk putra dan II untuk putri baru tahun ini. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada orang tua mereka yang selalu mendoakan dan itulah energi positif mereka, tanpa doa semua akan sia sia,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, ditemani Ahmed dan Rifqi Rizal, Devan mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Allah Swt atas rahmat yang telah diberikan, kedua orang tua mereka, keluarga dan juga teman-teman seperjuangan kafilah Kaltim yang telah mberikan doa dan dukungan nya.

“Alhamdulillah hari ini menjadi sebuah sejarah panjang yang berhasil kita semua torehkan, menjadi juara I pada MTQ Nasional Ke 30 ini,” ujar Devan.

Devan mengakui bahwa, hasil yang didapat olehnya dan teman-teman diluar dugaan mereka.

“Sempat panik tadi karena ada kejar-kejaran poin dengan kafilah Sumatera Selata, tapi alhamdulillah berkat sembilan bulan latihan kami bisa memberikan yang terbaik dan mejadi juara,” sebutnya.

Diakhir dengan nada bicara rendah, Devan mengungkapkan rasa sedih nya dalam berproses bersama teman-teman nya yakni Ahmed dan Rizal. Diceritakan mulai dari beda sekolah hingga tempat tinggal yang jauh sehingga cukup sulit untuk membangun qimestery diantaranya.

“Alhamdulilah pelan-pelan kami bangun hubungan antara kami sehingga inilah hasilnya menjadi juara, hasil ini kami persembahkan kepada orang tua dan guru, kami, serta seluruh masyarakat Kaltim,” pungkasnya. (Has/Wan)