Timeskaltim.com, Kukar – Pemerintah Desa (Pemdes) Batuah melakukan inovasi. Salah satunya dengan melakukan Sweeping Posyandu, selama dua hari, dengan melibatkan sejumlah pihak, pada 10-11 Juli 2024 lalu.
Pemdes Batuah pun menggandeng perangkat desa, kader posyandu, Badan Pemusyawaratan Desa (BPD), para ketua RT dan lembaga lainnya. Turut melibatkan mahasiswa KKN dari UINSI Samarinda yang menjalankan tugas perkuliahan di Desa Batuah.
Dalam pelaksanaannya, sejumlah anak yang disasar dan diperiksa di masing-masing posyandu. Maupun mendatangi langsung secara door to door.
“Sweeping dilaksanakan selama 2 hari, sehingga kalau ada anak-anak yang tidak sempat di hari pertama, kami minta hari berikutnya bisa datang ke posyandu atau kami datangi ke rumahnya,” ujar Kepala Desa (Kades) Batuah Abdul Rasyid.
Langkah ini diambil, agar pencegahan kasus stunting dapat ditangani secara dini dan cepat, khususnya di Desa Batuah.
Sekaligus memaksimalkan peran posyandu untuk melakukan pemantauan pertumbuhan timbang, ukur dan perkembangan, serta imunisasi balita setiap bulan.
Karena memang tujuan utama keberadaan posyandu, untuk mencegah peningkatan angka kematian ibu dan bayi saat kehamilan, persalinan, atau setelahnya melalui pemberdayaan masyarakat.(Adv/KominfoKukar/Rob/Wan)












