Timeskaltim.com, Kutim – Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Kutai Timur, Yusuf T Silambi, menyoroti kendala dalam pembangunan Pelabuhan Kenyamukan, di mana kontribusi dari PT Kaltim Prima Coal (KPC) untuk pembangunan pelabuhan tersebut belum terlaksana sepenuhnya. Menurut Silambi, anggaran dari KPC telah disiapkan bersama bantuan dari APBN dan APBD, namun proyek tersebut masih terhambat.
“Dari sisi anggaran, sudah ada dan pasti ada, itu satu dari bantuan PT Kaltim Prima Coal, kedua bantuan dari APBN, dan ketiga dari APBD. Kendalanya sekarang KPC mau kerja maksimal ada kendala yang dialami,” ungkap Silambi.
Silambi menekankan bahwa manajemen KPC menghadapi kesulitan untuk bekerja secara optimal karena terlibat dalam urusan politik. Meskipun pemerintah daerah dan masyarakat berharap agar pembangunan berjalan lancar, namun keterlibatan politik menghambat progres pembangunan.
“Manajemen KPC tidak bisa masuk kalau sudah urusan politik, atau pemuda-pemudi Kutai Timur yang memang terlibat dalam bagaimana mengakomodir semua ini, KPC tidak ada kapasitas disitu,” tambahnya.
Dalam menghadapi situasi ini, Silambi menggarisbawahi pentingnya peran media dalam mengakomodasi kolaborasi antara pihak terkait untuk memastikan pembangunan pelabuhan berjalan lancar dan aman.
“Kita sebagai media harus mengakomodir yang baik ini kepada tokoh-tokoh masyarakat atau pemuda khususnya, supaya pembangunan pelabuhan ini berjalan dengan baik dan aman,” ujarnya.
Yusuf Silambi menegaskan harapannya agar proyek pembangunan Pelabuhan Kenyamukan dapat terlaksana dengan baik pada tahun 2024 sesuai dengan harapan DPRD dan masyarakat setempat. (SH/ADV)












