
TimesKaltim.com, Samarinda – Sosialisasi Program Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di lingkungan Pemprov Kaltim dan Kabupaten/Kota se Kaltim, telah memasuki putaran ketiga atau putaran terakhir.
Putaran pertama dilaksanakan di Balikpapan secara daring dan luring pada Bulan September lalu. Sedangkan putaran kedua, dilaksanakan di Kota Bontang pada Bulan Oktober 2021 yang lalu.
Acara Sosialisasi dibuka langsung oleh Kepala BPSDM Kaltim, Nina Dewi di Kantor Bupati PPU, Rabu (15/12/2021). Ia menyampaikan bahwa Program Pelatihan PBJ disusun berdasarkan hasil analisis kebutuhan pelatihan atau berdasarkan standar kompetensi PBJ.
- Baca juga : Sendawar Open Seri 4 Dihelat Januari 2022, Ekti Imanuel: Ini Ajang Melahirkan Pembalap Profesional
Agenda ini juga dihadiri oleh Sekda Kabupaten PPU, Mulyadi yang mewakili Bupati PPU. Ia menyorot tentang perlunya proteksi penyedia barang/jasa lokal. Semua proses PBJ dilakukan secara terbuka dan akuntabel, untuk menghindari kemungkinan adanya penyimpangan.
Disampaikan Apriana Rachmawaty Kabid Pengembangan Kompetensi BPSDM Kaltim, agenda ini diikuti oleh jajaran BPSDM PPU dan UKPBJ (Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa) Kabupaten PPU serta UKPBJ Kabupaten Paser secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
“Bahwa tujuan sosialisasi adalah agar peserta dapat mengetahui program-program pelatihan PBJ, Uji Sertifikasi dan Uji Kompetensi yang dilaksanakan oleh LKPP melalui peran LPPBJ (Lembaga Pelatihan Pengadaan Baranm Jasa), dalam hal ini BPSDM Kaltim,” ungkap perempuan yang karib disapa Yana ini.
Kegiatan sosialisasi ini juga menghadirkan dua narasumber yakni, Tatang dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengadaan Barang dan Jasa Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (Pusdiklat PBJ LKPP) dan Mohammad Firdaus dari Direktorat Sertifikasi Profesi LKPP.
Jauhar Efendi selaku Widyaiswara Ahli Utama BPSDM yang didapuk menjadi moderator, mengungkapkan awalnya minat untuk menjadi pejabat fungsional Pengelola Pengadaan Barang/jasa Pemerintah (PPBJ) sangat minim.
“Namun seiring dengan gencarnya sosialisasi yang dilaksanakan oleh BPSDM minat tersebut semakin meningkat. Terbukti banyak sekali pertanyaan yang diajukan terkait Jabatan Fungsional PPBJ,” papar Jauhar sembari menutup. (Aji)












