Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Diskominfo Kukar

Kelurahan Maluhu Komitmen Bakal Hidupkan Kembali Seni Budaya Ludruk dan Tayub

311
×

Kelurahan Maluhu Komitmen Bakal Hidupkan Kembali Seni Budaya Ludruk dan Tayub

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Kesenian Tayub. (Ist)

Timeskaltim.com, Kukar – Kelurahan Maluhu Kecamatan Tenggarong Kutai Kartanegara (Kukar), terkenal dengan daerah kebudayaan yang diadopsi dari kepulauan Jawa. Hal tersebut membuat Lurah Maluhu, Kuncoro bertekad, untuk mengembalikan kelestarian seni budaya tersebut tetap eksis di khalak ramai.

“Kami akan menghidupkan kembali seni budaya yang berada di kelurahan Maluhu,” ungkap Lurah Kuncoro pada, Selasa (02/04/2024).

Ia menegaskan bahwa, daerah Maluhu sangat kaya dengan seni budayanya yang unik, yang di adopsi dari kepulauan Jawa. Kesian tersebut berupa kesenian ludruk dan tayub yang telah lama tidak ditampilkan didepan masyarakat.

“Kesenian seperti ludruk dan tayub yang telah lama vakum, kami berencana akan menghidupkannya kembali,” ungkapnya.

Diketahui, Ludruk dan Tayub merupakan kesenian yang berasal dari kepualuan Jawa. Ludruk merupakan kesenian yang menampilkan drama tradisional yang menceritakan kehidupan rakyat sehari-hari. Sedangkan Tayub merupakan kesenian yang menampilkan unsur keindahan dan keserasian gerakan.

Selain itu Tri mengakui, bahwa Kesenian ludruk dan Tayup yang ingin dimunculkan kembali, karena jarang terekspos ke masyarakat. Akan tetapi kesenian Jaranan dan Reog masih sering ditampilkan.

“Cuman ludruk kami masih menggali potensi untuk menghidupkan kembali kesenian ini,” tambahnya.

Dengan demikian, upaya revitalisasi seni budaya Ludruk dan Tayup Kelurahan Maluhu tidak hanya menjadi tanggung jawab Pihak Pemerintah Setempat, tetapi juga seluruh komunitasnya.

“Kami ingin kelurahan Maluhu dikenal sebagai daerah kesenian,” terangnya

Ia berharap bahwa langkah-langkah ini dapat memberikan dampak positif bagi citra dan identitas budaya Maluhu. Dengan menghidupkan kembali seni budaya lokal, Maluhu berpotensi menjadi destinasi wisata budaya yang menarik. (ADV/KominfoKukar/Rob/Wan)