Anggota DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti. (Berby/Times Kaltim)
Timeskaltim.com, Samarinda – Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti mengatakan jika Kota Samarinda sangat minim akan badan sertifikasi.
Hal itu dinilai sebab, banyaknya pemuda di Kalimantan Timur yang mengikuti sertifikasi di luar daerah, misalnya seperti di pulau Jawa.
“Kita kendalanya tidak punya badan sertifikasi daerah, kita punya sekolah pelayaran tetapi pengambilan sertifikasinya itu ada di Sulawesi atau Jawa,” ujarnya, Senin (11/3/2024).
Menurutnya, biaya sertifikasi sangatlah tinggi sehingga menjadi daftar sulitnya mendapatkan sertifikasi di Kota Samarinda.
Dalam mengatasi hal tersebut, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Samarinda juga telah berupaya dalam memberikan pelatihan kerja.
“Meskipun hanya 30 sampai 80 persen peserta yang diterima setiap semesternya, bukan hanya mahasiswa tetapi juga anak anak yang duduk dibangku SMA SMK bisa mendaftar,” jelasnya.
Terakhir, ia berharap agar segala kekurangan yang ada segera diatasi, dan sumberdaya manusia yang ada di Kota Samarinda dapat bersaing dengan lulusan yang berasal dari luar daerah.
“Apalagi kita daerah penyangga IKN, kita harus mempersiapkan SDM kita dengan baik,” tutupnya. (Bey)












