Sajak Oleh: Zukhrizal Irbhani
Di tengah kemelut transisi kekuasaan
Jangan sesekali heran
Jika para pimpinan mendadak kehilangan tanduknya,
tertunduk, dan menjadi lirih suaranya
Kekhawatiran terang di wajahnya
Dengan tangan berkeringat ia memeluk pembantunya
Dengan tampang malaikat ia meracuni sekitarnya
Dan lidah lincahnya menusuk yang tak sejalan dengan nafsunya.
Lihatlah !
Seperti patahan ranting di sepanjang jalan raya
Bibit-bibit penggerak terabaikan
Merasa asing melihat kenyataan
Yang tak sesuai dengan ajaran saat pengaderan.
Tapi ingatlah sahabat-sahabat
Kita ini bukan bonsai apalagi benalu
Kita adalah bambu liar
Yang akan menjadi atap dan dinding bagi masyarakat pinggiran
Oleh karena itu, kita harus menjadi kuat
Dan mulai menganyam semangat yang tersisa.
Selain pergerakan adalah kematian
Pimpinan yang tidak bergerak adalah pengkhianat
Pimpinan yang bergerak untuk diri sendiri
adalah pengkhianat yang menuju kematian.
*Penulis merupakan Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Unmul dan Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat Universitas Mulawarman
Semua isi dan topik artikel/opini yang diterbitkan, merupakan tanggung jawab penulis.












