Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
DPRD Kaltim

Salehuddin Dorong Peningkatan dan Penjagaan Budaya

309
×

Salehuddin Dorong Peningkatan dan Penjagaan Budaya

Sebarkan artikel ini

Anggota DPRD Kaltim, Salehuddin. (Ist)

Timeskaltim.com, Samarinda – Dalam menyambut Ibu Kota Nusantara (IKN), masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) harus menyiapkan diri.

Diketahui, nantinya akan hadir jutaan manusia yang tentu saja bisa berdampak besar terhadap masyarakat di IKN serta kawasan yang berdekatan dengannya, dalam hal ini Kalimantan Timur (Kaltim).

Salah satu hal yang menjadi kekhawatiran adalah kemungkinan persilangan budaya yang akan terjadi, dimana kebudayaan akan senantiasa berkembang seiring dengan tingkat kemajuan peradaban umat manusia, baik secara individu maupun kelompok.

Melihat kondisi tersebut, Anggota DPRD Kaltim Salehuddin, mengatakan peningkatan dan penjagaan budaya di Kaltim secepatnya harus digalakkan oleh seluruh pihak

“Bagaimana eksistensi budaya termasuk turunannya terkait dengan misalnya simbol-simbol, termasuk kegiatan budaya, ekspresi, seninya, kemudian beberapa instrumen, misalnya peninggalan rumah adat dan segala macam, itu yang sudah eksis harusnya betul-betul dikuatkan kembali,” kata Salehuddin.

Melihat setiap wilayah di Kaltim memiliki situs sejarah yang penting, ia mendorong dinas pendidikan dan kebudayaan membuat semacam blue print bagaimana proses pengembangan kebudayaan di Kalimantan Timur.

“Setiap kabupaten kota di Kaltim hampir punya nilai situs kebudayaan yang harusnya menjadi catatan penting, juga termasuk beberapa kecamatan punya beberapa komunitas budaya yang hidup, dan aspek ini menjadi eksistensi yang mesti kita lindungi bahkan kita kembangkan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Salehuddin juga menyoroti soal Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kaltim yang beberapa waktu lalu berjalan, tapi diabaikan di kemudian hari dan tidak begitu maksimal pemanfaatannya, padahal masyarakat dan Pemkab Kukar telah rela menyiapkan lahan demi melahirkan wadah pengembangan budaya tersebut.

“Padahal beberapa kabupaten, Kukar misalnya sudah berupaya untuk melakukan penguatan terhadap keberadaan lahan waktu itu, dan ini suah clear. Jadi harapan kita tetap saja meminta dinas pendidikan kebudayaan provinsi sekali lagi betul-betul memperhatikan aspek ini dari pada sebelum-sebelumnya,” pungkasnya.