Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
DPRD Kaltim

Rusman Ya’qub Tanamkan 4 Pilar Kebangsaan Kepada Kelompok Milenial Balikpapan 

332
×

Rusman Ya’qub Tanamkan 4 Pilar Kebangsaan Kepada Kelompok Milenial Balikpapan 

Sebarkan artikel ini

Anggota DPRD Kaltim, Rusman Ya’qub saat menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan. (Ist)

Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota DPRD Provinsi Kaltim Rusman Ya’qub menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) di Kelurahan Gunung Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan.

Dirinya menjelaskan tujuan dari sosialisasi wasbang ini ialah menyebarkan nilai-nilai kebangsaan, khususnya di Provinsi Kaltim.

“Sosialisasi Wawasan Kebangsaan, Empat Pilar ini diadakan dan bertujuan masyarakat agar benar-benar memahaminya secara utuh, dan kami berharap ke depannya dengan tersosialisasinya kegiatan ini, rasa persaudaraan sebagai anak bangsa serta solidaritas untuk saling menghormati sesama anak bangsa,” ucapnya.

Menurutnya, sosialisasi ini sangat penting bagi masyarakat untuk mengenal empat pilar kebangsaan yakni Undang-Undang Dasar 1945, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

“Selain agar masyarakat mengetahui nilai-nilai kebangsaan di DPR RI itu ada empat pilar, hari ini kami juga memberikan materi kepada para guru, kita ketahui bersama untuk para guru lebih mudah untuk diterapkan, karena ia bisa sambil menjelaskan mengenai nilai-nilai kebangsaan pada saat kegiatan belajar-mengajar,” jelasnya.

Sementara itu, hadir sebagai narasumber Akademisi Universitas Mulawarman (Unmul) Jamil Arisandi, dirinya mengungkapkan terlaksananya sosialisasi seperti ini sangat bagus dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya sebagai akademisi mengapresiasi program Sosialisasi Wawasan Kebangsaan yang diselenggarakan oleh DPRD Kaltim ini, karena ini sangat penting bagi masyarakat dimana mereka harus memahami dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan ini, terkait tentang UUD 1945, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI itu merupakan dasar dan ideologi negara, agar kedepannya tidak ada yang bisa memprovokasi masyarakat untuk terpecah belah karena sudah memahami nilai-nilai ini,” sampainya.

Dirinya juga berpesan, agar pemuda saat ini jangan sampai alergi politik karena hal itu merupakan sarana demokrasi. Dan yang bisa dipahami dalam Pancasila yakni sile ketiga dimana pemuda bisa menyatukan visi kedepannya dalam demokrasi.