Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemerintahan Kukar pada saat membuka kegiatan sosialisasi gerakan tertib arsip dan penyelamatan arsip sejarah desa. (Roby/Times Kaltim)
Timeskaltim.com, Kukar – Sosialisasi gerakan tertib arsip dan penyelamatam arsip sejarah desa, resmi dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemerintahan Kutai Kartanegara (Kukar), Akhmad Taufik Hidayat, yang berlangsung di Hotel Puri Senyiur Samarinda pada, Senin (27/11/2023).
Kegiatan tersebut, diikuti dari 79 desa dari 9 Kecamatan di Kukar dan ditandai juga dengan penandatangan perjanjian kerjasama antara Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kukar dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kukar tentang penyelenggaraan gerakan tertib arsip desa dan sejarah desa.
Dalam sambutannya, Akhmad Taufik mengatakan, Arsip menurut Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009, adalah rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.
“Arsip sebagai informasi unik organisasi di lingkungan birokrasi harus dikelola dengan baik. Gerakan tertib arsip dan sejarah desa memiliki beberapa urgensi, diantaranya karena desa merupakan ujung tombak pembangunan dan layanan publik,” jelas Akhmad Taufik
Dia juga menambahkan, gerakan tertib arsip dan penyelamatan arsip sejarah desa dapat menjadi program bersama dengan lembaga kearsipan daerah, baik tingkat provinsi, maupun kabupaten dan kota.
Maka dari itu, dengan adanya desa yang tertib dalam pengelolaan arsip, dapat tercipta memori desa, sehingga dapat memperpanjang ingatan dan sejarah desa.
“Pentingnya tertib arsip di desa untuk mempermudah mencari dan merekam data atas pembangunan yang dilaksanakan didesa, pembangunan dimulai dari desa, desa bukan pinggiran desa adalah awal perjuangan dan pusat peradaban,” tambahnya.
Akhmad juga berharap, dengan adanya sosialisasi gerakan tertib arsip dan penyelamatan arsip sejarah desa, dapat menjadikan standar kearsipan untuk menjamin pencipta arsip baik, di kabupaten, kecamatan, dan desa.
Sementara itu, Kepala Diarpus Kukar, Hj Aji Linda Rodiah mengatakan, latar belakang dilaksanakan kegiatan ini karena belum tertibnya pengelolaan administrasi arsip di desa.
“Kegiatan ini sengaja diselenggarakan, karena banyaknya masyarakat yang masih rendah kesadaran tentang pentingnya arsip bagi masyarakat desa,” pungkasnya. (Adv/Rob/Wan)












