Puluhan warga asal Perum BCL sampaikan tuntunan kepada DPRD Samarinda. (Hafif Nikolas/Times Kaltim)
Timeskaltim.com, Samarinda – Puluhan masyarakat Perumahaan Bumi Citra Lestari (BCL) membawa tuntutan saat hearing bersama DPRD Samarinda, di Aula Paripurna Jalan Basuki Rahmat, Samarinda Kota pada Selasa (12/9/2023). Pihaknya menuntut mulai dari air layak pakai hingga jalan yang nyaman.
Aksi massa menyampaikan 4 tuntutan utama yaitu air layak pakai, jalan yang baik, Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) dan fasilitas umum lainnya.
Perumahan yang berada di daerah Loa Bakung tersebut masih sangat minim bantuan dari pihak pemerintah. Padahal perumahan tersebut telah bekerjasama kepada pihak pemerintah.
Melalui Direktur Utama Perumahan BLC Helmi Jamani menyampaikan pihaknya telah menyerahkan fasilitas yang ada kepada pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.
“Sebenarnya dengan kami menyerahkan itu, pemerintah kota yang seharusnya melakukan. Misalnya, semenisasi jalan, drainase, dan lainnya. Developer cuman menyiapkan lahan dan bangunan, masalah infrastruktur dan fasilitas lainnya itu pemerintah kota,” ucap Helmi usai haering bersama DPRD Samarinda, pada Selasa (12/9/2023) siang.
Sebelumnya perum BLC telah dianggarkan dalam APPBD 2020-2022, tapi akibat pandemi. Anggaran yang seharusnya diperuntukkan infrastruktur pada perumahan tersebut. Dipangkas untuk penanganan pandemi.
Helmi mengungkap pada tahun ini, pihaknya telah dapat anggaran untuk semenisasi jalan.
“Kalau kemarin-kemarin parit atau drainase dari pemkot ada juga,” ungkapnya.
Disamping fasilitas umum lainnya, kendala air layak pakai yang menjadi poin utama dalam tuntutan yang dilayangkan masyarakat perum BLC. Dengan hanya mengandalkan air dari kolam yang menggunakan Water Treatment Plant (WTP). Belum cukup bersih untuk dikonsumsi masyarakat baik, itu mandi ataupun lainnya.
Walau pihak developer telah menyurati Perumda Tirta Kencana untuk mengalirkan PDAM ke perumahan tersebut. Sampai saat ini belum terealisasi, hingga masyarakat belum merasakan air yang benar-benar bersih.
Pihak Perumda Tirta Kencana melalui Direktur Utama Wahid Hasyim menyampaikan. Pihaknya telah melaksanakan tanggungjawab dengan memasang pipa diarea sana.
“Pipa sudah disampaikan ke sana. Tapi namanya perumahan juga punya kewajiban untuk melengkapi fasilitas pengaliran,” ucapnya.
Selanjutnya pihak PDAM Tirta Kencana akan membantu mengecek kelayakan airnya. Sambil menunggu fasilitas untuk pengaliran air bersih pada perumahan tersebut.
Disamping itu salah seorang warga perumahan BCL menyampaikan keinginannya untuk permasalahan ini dipercepat selesaikan.
“Yang kami mau ada usaha kongkrit dari pemerintah maupun DPRD untuk kedepannya lebih bagus lagi,” kata aji.
Diungkapkannya perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sampai saat ini sangat minim pandangan dari pemerintah. Padahal ada ratusan warga yang telah menempati perumahan BCL itu.
Terkait air bersih, usai rapat tersebut aji belum mendapatkan solusi yang kongkrit. Pihaknya hanya akan mendapat pemindahan untuk dikelola oleh anggota Perumda dalam hal pembersihan.
“Belum ada titik terangnya. Jangka panjangnya RABnya akan dibuatkan Perumda dan jangka pendeknya Perumda akan mengawal kebersihan air bersama DLH,” pungkasnya (Nik/Wan)












