Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
PariwaraSamarinda

SMAN 16 Samarinda Dapat Kesempatan Kunjungan Dosen Dan Mahasiswa Dari Jerman

322
×

SMAN 16 Samarinda Dapat Kesempatan Kunjungan Dosen Dan Mahasiswa Dari Jerman

Sebarkan artikel ini

Kepala Sekolah SMAN 16 Samarinda sampaikan rasa kehormatan dapat dikunjungi oleh mahasiswa luar negeri. (Hafif Nikolas/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Melalui program kerjasama antar Universitas Mulawarman Samarinda bersama Ruth University Germany. SMAN 16 Samarinda mendapat kesempatan untuk melihatkan cara belajar mengajar kepada mahasiswa luar negeri.

Salah satu observasi pembelajaran yang dilakukan dosen dan mahasiswa keguruan dari Ruth University Germany. Dengan nama kegiatan “visiting school“, dengan mendatangi sekolah-sekolah di Kota Samarinda. Dengan tujuan melihat proses pembelajaran langsung yang dilakukan SMAN 16 Samarinda.

Kepala Sekolah SMAN 16 Samarinda, Abdul Rozak Fahrudin menyampaikan rasa bangga atas terpilihnya SMAN 16 Samarinda salah satu program kerjasama antar Unmul dengan Universitas dari luar negeri.

“Salah satu kehormatan bagi kami. Untuk melihatkan proses pembelajaran kami,” ucap Rozak kepada Timeskaltim.com, pada Selasa (5/9/2023) siang.

Kegiatan yang memperhatikan proses belajar mengajar di dalam kelas XII dengan mata pelajar kimia. Pihak sekolah memberikan proses pembelajaran dengan baik.

Selanjutnya, Kepsek SMAN 16 Samarinda mengungkapkan bukan hanya mendapat kunjungan. Muridnya juga dapat pembelajaran juga dari dosen luar negeri.

“Bahkan dari mereka tadi juga mengajar, walaupun sebentar,” ungkapnya.

Disamping itu, dosen Ruth University Germany yang datang mengunjungi SMAN 16 Samarinda menyampaikan kesan yang sangat menarik ketika berkunjung. Melihat siswa-siswi yang sangat bersemangat untuk mendapatkan ilmu dalam proses pembelajarannya.

“Pembelajaran sangat bagus. Jadi siswanya mempunyai kemauan yang tinggi untuk belajar,” ucap Dr. Walter Wagner dosen keguruan Ruth University Germany.

Walau memerhatikan cuman beberapa menit, ia dapat melihat perbedaan yang sangat signifikan dalam proses pembelajaran. Antar pendidikan di Jerman dengan di Indonesia khusunya di SMAN 16 Samarinda.

“Kalau di jerman itu banyak kegiatan di laboratoriumnya dari pada di dalam kelas,” pungkasnya. (Nik/Wan)