Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Hafif Nikolas/Times Kaltim)
Timeskaltim.com, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) akan matangkan program dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem di Kota Tepian.
Dengan program gerakan orang tua asuh yang telah dibuat. Pihak Pemkot melalui dinasnya segera mematangkan programnya dalam.
Program yang akan membantu anak dalam kondisi miskin ekstrem akan segera dilaksanakan.
Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar mengatakan rencana Pemkot terkait program orang tua asuh akan dimulai dengan percobaan yang melibatkan beberapa anak.
“Ada wacana untuk test trial artinya mencoba, mungkin apakah awalnya kepada formasi empat anak diasuh wali kota, tiga ke wakil wali kota atau tiga kepada sekretaris daerah,” jelas Deni usai Hearing bersama Dinsos PM, pada Rabu (5/9/2023).
Tercatat ada 37 anak dari tiga kecamatan di Kota Samarinda yang rencananya akan dilibatkan dalam program orang tua asuh.
Selanjutnya, legislator Samarinda masih belum dapat menjalankan fungsi pengawasan. Disebebkan pihaknya belum mengetahui detail kejelasan atas program yang diwacanakan.
“Kami harapkan juknisnya harus jelas dulu input dan output nya apa seperti apa. Kalau sudah jelas baru kami bisa menjalankannya,” tuturnya.
Sehingga Politikus Partai Gerindra itu pun berharap Dinsos PM Samarinda secepatnya melakukan perumusan agar program dapat segera dijalankan.
Sebab program ini tujuannya tak lain untuk mewujudkan Samarinda zero miskin ektrem pada 2024 mendatang.
“Nanti semua sudah jelas baru melibatkan unsur Forkopimda. Saya yakin Dinsos PM khususnya Pemkot Samarinda dapat melakukan perumusan secepatnya,” pungkasnya. (Nik/Wan)












