Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Daerah

Kasus Demam Berdarah di Kutim Kian Melonjak

317
×

Kasus Demam Berdarah di Kutim Kian Melonjak

Sebarkan artikel ini

Ilustrasi Pasien Positif DBD.(Ist)

Timeskaltim.com, Kutim – Sebanyak 496 pasien positif warga Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD). Hal tersebut tercatat sejak akhir Agustus kemarin. Penyebaran tertinggi saat ini, yakni di wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.

“Kalau DBD biasanya menyerang wilayah yang padat penduduk, dan juga di tempat-tempat yang banyak genangan air yang bersih,” ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan (Diskes) Kutim Yusuf saat dikonfirmasi Timeskaltim.com, Senin (4/9/2023) kemarin.

Yusuf menambahkan, untuk penanganan kasus DBD yang terbilang cukup tinggi, pihaknya terus melakukan sosialisasi juru pemantau jentik (jumantik) yang menyasar murid sekolah dasar, dari kelas 2 hingga kelas 5.

“Jumantik ini sebagai media untuk menyampaikan kepada murid akan pentingnya menjaga lingkungan, di mana mereka bertugas untuk memeriksa jentik-jentik nyamuk di sekitar rumah masing-masing,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya mengungkapkan, jika melakukan sosialisasi secara formal, kadang penyampaian tersebut tidak efisien.

“Dulu, sebelumnya kami melakukan sosialisasi per RT, namun saat ini kami terapkan 1 rumah 1 jumantik, dan jumantik itu akan kami latih terkait pencegahan 3M plus,” paparnya.

Data informasi rincian kasus DBD per Juli, didominasi Kecamatan Sangatta Utara sebanyak 226 kasus. Selain dari hal tersebut, pihaknya juga mengimbau agar masyarakat yang menampung air non-konsumsi dapat mencampurkan abate. Abate tersebut dapat menghambat pertumbuhan jentik.

“Kami akan mendistribusikan abate untuk kebutuhan masyarakat. Abate tersebut dapat diminta di puskesmas-puskesmas terdekat,” pungkasnya.(Wan)