Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Topan Setiawan/Times Kaltim)
Timeskaltim.com, Samarinda – Kota Samarinda sebagai Kota Layak Anak (KLA) perlu memperhatikan khusus zona aman bagi para anak sekolah. Hal tersebut akan terwujud jika semua pihak yang terkait dapat bekerjasama dengan baik.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti menyampaikan pihaknya sudah lama mulai menggaungkan Zona Selamat Sekolah (ZOSS). Bagi sekolah yang ada dipinggir jalan, maupun yang ada di dalam gang kecil.
Namun hingga sekarang, sangat minim terlihat progres bagi zona aman sekolah di Kota Samarinda.
Dengan dinobatkannya Kota Samarinda sebagai Kota Layak Anak (KLA) pada beberapa waktu lalu. Seharusnya zona aman bagi anak sekolah sudah harus diperketat lagi.
“Itu memang seharusnya, Samarinda ini sudah Kota Layak Anak. Ya otomatis itu harus aman dari jalur lalulintas. Jadi, setiap sekolah harus ada penjaganya, ada posnya.”
“Lalu di jam-jam tertentu ditutup itu, harapan kami seperti itu. Tapi kan saat ini belum bisa diterapkan buka tutup jalan tersebut,” ucap Puji, pada Jum’at (1/9/2023).
Buka tutup jalan umum yang ada di depan sekolah tidak mungkin diwujudkan. Perlu alternatif khusus bagi pihak sekolah maupun pemerintah untuk menjaga keamanan anak sekolah. Seperti pemasangan rambu-rambu ZOSS dibeberapa sekolah yang belum memiliki.
“Berapa kali kami bekerjasama dengan Dishub untuk membuat penyebrangan jalan dan rambu-rambu untuk anak anak sekolah,” ungkapnya.
Selanjutnya, Puji tegaskan keselamatan bersekolah bagi setiap anak perlu kerja sama dan kerja keras yang baik bagi beberapa instansi terkait. Tak hanya instansi, orang tua juga harus memperhatikan keselamatan anak.
Dengan koordinasi yang baik. Kemanan anak dalam menuntut ilmu di Kota Samarinda dapat terjaga dengan lebih baik.
“Kami sudah berkoordinasi bersama dp2a, dishub, dinas pupr dan kepolisian. Bagaiman kita menciptakan jalan yang aman. Tapi ya kadang-kadang terkait anggaran, kolaborasi ini tidak selalu mulus,” pungkasnya (Nik/Wan)












