Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
DPRD Kota Samarinda

Bukan 2026, Angkasa Jaya Djoerani Dorong Pemkot Bebaskan Samarinda Dari Tambang Mulai Saat Ini

220
×

Bukan 2026, Angkasa Jaya Djoerani Dorong Pemkot Bebaskan Samarinda Dari Tambang Mulai Saat Ini

Sebarkan artikel ini

Anggota DPRD Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani. (Ist)

Timeskaltim.com, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda berupaya dan berkomitmen kuat membebaskan Kita Tepian dari belenggu aktivitas pertambangan.

Anggota DPRD Kota Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani menegaskan, jika hal tersebut dapat dilakukan Pemkot tanpa menunggu 2026 bebas tambang, tetapi mulai saat ini.

“Kalau ada wacana bahwa Samarinda zero tambang, saya tentu mendukung tapi kenapa mesti tunggu tahun 2026,” ucap Angkasa Jaya pada Niaga.Asia, saat bertemu sejumlah wartawan dalam kegiatan diskusi, Minggu malam (18/6/2023).

Diketahui, Pemkot memiliki wacana untuk menjadikan Kota Samarinda sebagai kota zero tambang batubara pada 2026 mendatang. Namun, hal itu kemudian menjadi tanda tanya terkait pemilihan tahun tersebut.

Menurut Angkasa Jaya, masih maraknya aktivitas pertambangan batubara di wilayah kota Samarinda selama ini, sebenarnya ada komunikasi yang tidak baik antara Pemkot dan DPRD.

Artinya, jelas Angkasa Jaya, dalam pengawasan aktivitas pertambangan tidak disertai dengan kebijakan yang jelas dari pemerintah. Sehingga terkesan ada pembiaran yang mengakibatkan semakin hancurnya kondisi alam di Kaltim terutama di wilayah Samarinda.

“Sebenarnya komunikasi kami di dewan dengan Pemkot dari dulu itu tidak berjalan dengan baik. Karena kita mengkritisi tambang terus berlanjut, Tapi kebijakan wali kota memang tidak mantap, tidak sepenuh hati untuk menutup itu,” ungkapnya.

“Kalau ada wacana bahwa 2026 Samarinda zero tambang. Kenapa mesti tunggu sampai tahun 2026?, Besok aja kan bisa, orang tinggal mengeluarkan kebijakan yang tegas saja, bisa kok,” tegasnya.

Politikus PDI-Perjuangan ini menilai wacana tersebut tentu saja ada keterkaitan dengan kepentingan politik tahun 2024 mendatang.

“Kalau kita menyatakan 2026 Samarinda zero tambang, berarti kan 2024 maunya terpilih kembali. Itu seperti jangkar yang cuma diikat. Karena kalau pakai target seperti itu, ya kenapa nggak dari sekarang aja,” pungkasnya. (Adv/Bey)