Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Damayanti. (Dok/Times Kaltim)
Timeskaltim.com, Samarinda – Sungai Mahakam merupakan sungai terbesar di Kalimantan Timur dan memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat sekitar. Mulai dari sebagai sumber air, sebagai tempat potensi perikanan, serta sebagai sarana dan prasarana transportasi.
Tak hanya itu saja, keberadaan Sungai Mahakam juga menjadi hiburan bagi masyarakat sekitar, karena terdapat berbagai macam tempat wisata di sekitar sungai ini. satu diantaranya Tepian Mahakam tepatnya di depan Islamic Center menjadi tempat favorit masyarakat sekitar untuk menghabiskan waktu luang.
Akan tetapi kenyamanan itu hilang, hal itu dikarenakan masih adanya premanisme dan juru parkir (jukir) liar, sehingga sangat meresahkan masyarakat dan Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di area tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Damayanti mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda agar lebih mengoptimalkan penataan di kawasan Tepian Mahakam.
Selain penertiban jukir liar dan premanisme, Pemkot Samarinda juga harus memberikan kebijakan yang solutif untuk para PKL yang berada di tepian Mahakam.
“Pemerintah telah melakukan penataan PKL di Tepian Mahakam, tapi harus dipikirkan juga keberlangsungan urusan piring mereka,” ucapnya.
Kemudian, Politisi PKB ini mengungkapkan perlu adanya penataan serta pembinaan kepada masyarakat dalam mengentaskan permasalahan tersebut.
“Kemudian penegakan hukum untuk jaminan keamanan dan keselamatan di ruang publik itu juga patut diperhatikan oleh pemerintah,” ujarnya.
Terakhir, Legislator Basuki Rahmat ini berharap permasalahan ini segera mendapatkan solusi terbaik agar ke depannya tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
“Karena jika ekonomi rendah pasti ujungnya juga tindakan kriminalitas dan kejahatan menjadi tinggi,” pungkasnya. (Adv/Nur/Wan)












