Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Maswedi. (Dok/Times Kaltim)
Timeskaltim.com, Samarinda – Tidak lama lagi tahun ajaran baru akan dimulai, sehingga calon-calon peserta didik akan mempersiapkan dirinya dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Tahun ajaran 2023-2024.
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) adalah agenda rutin Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk menyeleksi siswa-siswi Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).
Maka dari itu, Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Maswedi mengimbau para orang tua untuk lebih bijak memilih sekolah berdasarkan zonasi pada PPDB 2023.
Ia meminta orang tua tidak memaksakan untuk memasukkan anaknya ke sekolah tertentu yang dianggap favorit atau unggulan.
Karena Kemendikbud telah diterapkan sistem zonasi, akan tetapi masih banyak orang tua peserta didik tidak mengerti hal tersebut.
“Terkadang mereka melakukan segala cara agar tetap masuk di sekolah itu (Yang dianggap favorit-red),” ucapnya, Kamis (22/6/2023) siang.
Di sisi lain, meskipun sekolah favorit sudah tidak ada lagi, dirinya tetap memberi catatan kepada pemerintah agar terus melakukan pemerataan fasilitas pendidikan di Kota Samarinda.
“Menjadi sebuah catatan sapras (sarana dan prasarana-red) yang dimiliki di kota harus sama dengan apa yang dimiliki oleh sekolah di pinggiran,” ujarnya.
“Artinya fasilitas harus memadai dan setara dengan yang di pinggiran maupun di kota. Tapi, kami lihat juga setidaknya dari kasat mata sudah bagus cuman perlu ditingkatkan,” sambungnya.
Terakhir, Legislator Basuki Rahmat ini juga berharap Disdikbud Samarinda dapat mensosialisasikan kepada masyarakat, khususnya para orang tua tidak ada lagi sekolah unggulan, karena semuanya sudah di samaratakan.
“Jika tidak diberikan pemahaman maka masyarakat kita akan terus memaksakan anaknya sekolah yang jauh dari jarak rumahnya,” pungkasnya. (Adv/ Nur/Wan)












