Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Kukar, Fida Hurasani. (Annur/TimesKaltim)
TimesKaltim.com, Tenggarong – Cuaca ekstrem yang melanda beberapa daerah di Indonesia, turut dirasakan oleh Kutai Kartanegara (Kukar).
Bahkan sempat beberapa waktu, terasa menyengat panas yang dirasakan oleh masyarakat. Ini pun sesuai dengan ramalan dari Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Bahkan dari hasil rilis, puncaknya akan terjadi pada Agustus mendatang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Kukar, Fida Hurasani, mengingatkan masyarakat untuk waspada. Salah satunya dari potensi bencana dan kejadian kebakaran.
Baik di daerah pemukiman maupun lahan dan hutan. Termasuk mengingatkan para petugas BPBD Kukar, untuk selalu waspada dan siap siaga.
“Puncaknya kemarau kita yang dirilis kepada kami itu bulan Agustus. Dalam pola saya bekerja di BPBD, saya tidak mengenal musim panas maupun musim penghujan. BPBD apapun kondisinya harus siap sedia dan siaga, tidak ada alasan,” ujar Fida.
Salah satunya dengan melakukan pengecekan rutin sarana dan prasarana (sapras). Memastikan tidak ada kendala yang terjadi di lapangan, ketika terjadi bencana. Selain itu, terus melakukan patroli keliling. Memberikan imbauan kepada masyarakat, agar tidak lengah.
“Selama Bulan Ramadan kita terus lakukan secara rutin dan kontinyu,” lanjutnya.
Termasuk mengimbau dan mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati, ketika sedang membakar sampah. Ketika pun harus melakukan pembakaran, harus dengan kehati-hatian tingkat tinggi. “Artinya, kalau bisa kita hindari ya kita hindari lah dulu,” tutup Fida.












