Anggota DPRD Samarinda, Samri Shaputra.(Ist)
Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota DPRD Samarinda, Samri Shaputra, menanggapi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bocor.
Samri menyebut, PAD merupakan sumber pembangunan daerah. Sehingga perlu optimalisasi perencanaan dalam peningkatannya.
“Masih banyak sumber lain, seperti aset Pemkot yang saat ini mangkrak dan tidak menghasilkan pendapatan. Sehingga perlu untuk difungsikan kembali,” ujarnya.
Ia mengambil contoh, Plaza 21 yang terletak di Jalan Niaga Utara, dapat kembali dimanfaatkan pihak ketiga sebagai pengelola.
Ia menambahkan, sejumlah sektor lain yang menjadi kebocoran PAD yang paling besar adalah sektor parkir.
Menurutnya, jika dikelola dengan baik, maka PAD Kota Samarinda dapat dimaksimalkan hingga Rp 10 milyar sampai Rp 15 miliar.
“Pendapatan Kota Samarinda dari parkir selama ini hanya Rp 2 miliar sampai Rp 3 miliar setahun. Ini ironis namanya,” ungkapnya.
Pihaknya berharap, terobosan seperti sistem e-parking dapat meminimalisir kebocoran PAD.
“Kalau secara manual kan tidak bisa terkontrol, harus memakai sistem. Misalnya hari ini dapat Rp 2 juta yang disetor Rp 500 ribu. Kita setiap manusia masing-masing punya tingkat keimanan yang berbeda-beda,” pungkasnya. (Adv/Bey/Wan)












