Anggota DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar.(Ist)
Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar mengungkapkan angka pengangguran dan kemiskinan di Kota Tepian tidak sinkron.
Menurut data, angka pengangguran di Samarinda mengalami peningkatan, sementara angka kemiskinan mengalami penurunan. Padahal, angka pengangguran yang meningkat akan berimbas pada kemiskinan.
Deni berharap Pemkot Samarinda fokus dalam menekan angka kemiskinan dan pengangguran, sebab pengangguran tidak memiliki pendapatan setiap harinya.
“Kita klasifikasikan dulu angka pengangguran ini usia dan tingkatannya. Makanya ini kan yang jadi patokan kita kok kemiskinan menurun tapi pengangguran meningkat. Kan yang banyak jadi pertanyaan ini usia berapa dulu produktif atau tidak,” terang Deni.
Dirinya menjelaskan, pengangguran dapat terjadi kepada seseorang yang belum menikah atau baru saja lulus sekolah yang belum bekerja.
“Nah itu tidak bakal sama kalau seandainya yang di sini mereka yang baru lulus kan tidak dapat kerjaan. Ini kan belum biasanya masih jadi tanggungan orang tua” jelasnya.
Lanjutnya, ia menuturkan, kemiskinan sudah pasti kebanyakan terjadi kepada seseorang yang bekerja dan berkeluarga.
“Jadi memang kalau kita bilang tadi itu angka kemiskinannya menurun tapi penganggurannya meningkat karena segmennya berbeda,” tutupnya. (Adv/Bey/Wan)












