Sekretaris Komisi III DPRD Samarinda, Muhammad Novan Syahronny Pasie. (Iswan Syarif/Times Kaltim)
Timeskaltim.com, Samarinda – Sejak sepekan terakhir, Kota Samarinda diguyur hujan dengan curah yang begitu tinggi, sehingga mengakibatkan beberapa titik masih tergenang banjir, bahkan sampai merendam rumah warga.
Melihat hal tersebut, Sekretaris Komisi III DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahrony Pasie menilai faktor penyebab terjadinya musibah banjir tersebut satu diantaranya ialah aktivitas pematangan lahan yang merajalela.
“Saya menilai faktor penyebab itu ada banyak hal, seperti adanya pembukaan lahan, galian C atau pembangunan perumahaan, sehingga yang tadinya menjadi daerah resapan itu tidak berfungsi lgi dengan baik,” ucapnya.
Novan juga mengungkapkan, selain karena pematangan lahan, masalah drainase juga menjadi faktor terjadinya banjir karena tidak mampu menampung debit air yang sangat banyak.
“Kedua saluran drainase, karena saya liat drainase itu yang masih produk lama yang memang secara kapasitas itu sudah tidak mampu lagi menampung debit air lagi,” ujarnya.
Hal ini yang masih mejadi Pekerjaan Rumah (PR) besar untuk Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam menangani banjir yang masih terjadi di Kota Tepian.
“Seperti saluran drainase yang ada di daerah pemukiman atau perumahan itu memang perlu perbaikan atau peningkatan agar mampu menampung dan mengalirkan debit air yang baik,” katanya.
Akan tetapi, Legislator Basuki Rahmat ini mengakui bahwa upaya yang dilakukan oleh Pemkot untuk meminimalisir banjir sudah maksimal.
“Meskipun masih terjadi banjir, tetapi sudah ada beberapa titik yang membaik, seperti di jalan-jalan protokol itu sudah tidak tergenang banjir lagi,” katanya.
“Ya kalau bicara sesuai ya belum sepenuhnya, tapi paling tidak sudah meminimalisir untuk debit air pada saat curah hujan tinggi,” pungkasnya. (Adv/Nur/Wan)












