Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
DPRD Kota Samarinda

Nursobah Beberkan Warga Samarinda Masih Masuk Dalam Kategori Miskin Ekstrem

2184
×

Nursobah Beberkan Warga Samarinda Masih Masuk Dalam Kategori Miskin Ekstrem

Sebarkan artikel ini

Anggota DPRD Kota Samarinda, Nursobah. (Ist)

Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota DPRD Kota Samarinda, Nursobah membeberkan terdapt ribuan warga Kota Tepian masuk dalam data kategori masyarakat miskin ekstrem

Hal ini dipaparkan Nursobah berbekal data dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

Dalam data tersebut terungkap, ada sebanyak 1.600 kepala keluarga miskin ekstrem di Samarinda. Untuk penduduk miskin ada sekitar 9.032 kepala keluarga. 

Hal itu disampaikan anggota Komisi I DPRD Samarinda , Nursobah usai mengadakan forum lintas perangkat daerah bidang pemerintah dan pembangunan manusia untuk pembuatan Rencana Kerja Perangkat Daerah ( RKPD ) Samarinda 2024, Senin (6/3/2023) kemarin.

Kegiatan itu digelar di Ruang Rapat Bappedalitbang Samarinda, Jalan Dahlia. 
 
Nursobah menjelaskan kegiatan tersebut membahas tentang rencana pembuatan RKPD 2024. Di mana pembuatan RKPD tersebut berdasarkan visi misi SDM, ekonomi dan pemerintahan.

“Jadi yang membuat saya tertarik untuk membahas kondisi Kota Samarinda memiliki sekitar 1.600 masyarakat miskin ekstrem. Kemudian ada sekitar 9.032 penduduk miskin berdasarkan data Kemenko PMK,” ungkap Nursobah usai kegiatan. 
 
Menurutnya, sebanyak 1.600 kepala keluarga miskin ekstrem di Samarinda sebenarnya bisa dituntaskan jika ditangani dengan pengelolaan yang benar. 
 
Sebab, kata Nursobah , jika dilihat data yang disuguhkan, di Samarinda sudah tidak ada istilah masyarakat miskin karena semua bisa dicover. 
 
“Misalnya ada satu atau tiga orang miskindalam satu keluarga, tentu keluarga yang lain bisa membantu. Makanya tidak ada istilah orang miskin , karena karakteristik orang Indonesia itu adalah saling membantu,” ujarnya 
 
Politisi PKS ini mengatakan, langkah awal yang seharusnya diambil untuk menangani kemiskinan adalah memberikan sosialisasi atau mengirimkan data orang ekstrem tersebut ke pengurus masjid yang ada di Kota Tepian. 
 
” Dalam rapat tadi saya usulkan, untuk sekarang Samarinda memiliki sekitar 500 masjid dan langgar, berarti di setiap masjid dan langgar masing-masing bisa membantu untuk tiga KK,” jelasnya 
 
. yang selalu disampaikan pada saat salat Jumat.
 
“Dengan dana yang banyak tersebut, seharusnya bisa membantu masyarakat miskin di Samarinda. Selain itu kita juga memiliki BAZNAS Kota dan BAZNAS provinsi serta LAZ yang terus berupaya membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin ,” pungkasnya.(Adv/Wan)