Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
DPRD Kota Samarinda

Bangunan di Samarinda Banyak Yang Abaikan Dampak Lingkungan

558
×

Bangunan di Samarinda Banyak Yang Abaikan Dampak Lingkungan

Sebarkan artikel ini

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Anhar. (Dok)

Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar menyoroti pembangunan yang ada di Kota Samarinda, karena banyak hanya memberikan dampak lingkungan pada masyarakat Kota Tepian.

Anhar mengatakan, banyak pembangunan yang tidak sesuai dengan aturan dan kajian dasar, seperti Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL), Instalasi Pengolahan Air Limbah ( IPAL) dan lainnya.

Diketahui bangunan Hotel Fox Lite di Jalan S. Parman masih tidak dilengkapi IPAL. Menurut Anhar hal itu perlu dipertanyakan kembali mengenai studi kelayakan dalam pembangunan tersebut.

“Itu perlu ditanyakan, apakah itu layak atau tidak secara kajian teknis. Dan juga, apakah mereka punya dokumen studi lingkungan itu AMDAL nya tidak. Karena, adanya izin itu sebagai dasar pembangunan itu kan acuannya di dokumen kingkungan yang mereka miliki,” katanya.

Selain masalah izin, Anhar juga menyoroti dampak dari bangunan ialah lahan parkir yang sempit dan mengakibatkan kemacetan.

“Seperti restoran, THM hingga SPBU, contoh SPBU di jalan gatot subroto. Kalau dilihat dari tatak letak bangunan itu tidak layak karena jika antri BBM itu pasti penyebabkan kemacetan di jalan,” ujarnya.

Kemudian, Politisi PDIP ini juga mengungkapkan, banya juga sekarang ketika habis mendirikan bangunan mereka lupa dengan dampak-dampak yang di berikan.

“Seharusnya kita melihat, ketika berbicara tata kelola lingkungan, tata kelola pembangunan kita, penempatan ruang-ruang pola tata ruang kita, apakah sesuai dengan peruntukan atau tidak. jangan lupa juga dampak nya harus di perhatikan,” pungkasnya. (Adv/Nur/Wan)