Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
DPRD Kota Samarinda

Stunting Masih Jadi Masalah Berat di Kota Samarinda 

713
×

Stunting Masih Jadi Masalah Berat di Kota Samarinda 

Sebarkan artikel ini

Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Iswan Syarif/ Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Berdasarkan data dari Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2022 lalu, prevalensi stunting di Samarinda mengalami kenaikan hingga di angka 25,3 persen dari yang semula 21,6 persen.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar mengatakan permasalahan Stunting itu bukan berdiri sendiri, tetapi banyak faktor yang menyebabkan terjadinya hal tersebut.

“Faktornya seperti pernikahan anak usia dini, saat mengangkat dikhawatirkan tulang panggulnya masih lemah, itu kan berefek pada saat lahiran anaknya nanti,” ucapnya Deni.

“Selan itu masalah ekonomi juga berpengaruh, maslah pengetahuan orang tua terhadap standar pemenuhan gizi pada anak dan masih banyak lainnya,” sambungnya.

Ia mengatakan, untuk menekan angka Stunting di Samarinda ini tentunya tidak mudah, perlunya kerja sama seluruh elemen di Kota Tepian.

“Jadi kalau untuk mengatasi masalah stunting ini juga tidak mudah, tentunya sangat membutuhkan perhatian dari semua pihak, baik itu masyarakat, pemerintah dan lainnya,” ujarnya.

Pria asli Selili ini pun berharap, agar tidak terjadi peningkatan lagi terhadap kasus Stunting ini an semoga angkanya menurun dari Tahun ke Tahun.

“Kami akan melakukan monitoring dan evaluasi program dari OPD terkait, apakah sudah menjadi stunting sebagai prioritas program kerja atau belum,” pungkasnya. (Adv/Nur/Wan)