Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Damayanti. (Dok/Times Kaltim)
Timeskaltim.com, Samarinda – Maraknya kasus tenggelam yang menimpa anak usia dini, memberikan ketakutan bagi sebagian masyarakat. Terlebih, baru-baru ini, bocah 8 tahun yang duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar. Bernama Thoriq juga ikut menjadi korban terseretnya arus drainese saat banjir di Jalan Pasundan, Gang Cempaka, RT 30, Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu, pada Senin (6/3/2023) lalu.
Mendengar kejadian tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Damayanti turut prihatin dan berduka cita akan musibah ini. Tentunya kejadian tersebut, harus menjadi perhatian bersama. Khususnya, pemerintah kota (Pemkot) Samarinda.
“Selogan Kota Layak Anak (KLA) harus menjadi strategi utama dalam pembangunan mulai dari perencanaan, penganggaran sampai pelaksanaannya,” ucapnya saat diwawancarai melalui WhatsApp, Selasa (14/3/2023) siang.
Ia juga menyoroti, jika pembangunan drainase yang harus diperhatikan keamanan dan kenyamanannya. agar tidak ada korban lagi akibat terseretnya banjir.
“Jika keamanan drainase baik, kemungkinan anak yang terseret banjir ini tidak akan terjadi. Begitu juga dengan pembangunan yg lainnya harus diperhatikan keamanannya,” ujarnya.
Politisi PKB ini juga mengimbau, pengawasan Keluarga, lingkungan masyarakat harus di tingkatkan terhadap aktivitas anak-anak saat bermain di luar.
“Kelurga dan juga masyarakat harus lebih peka dan peduli terhadap keadaan di lingkungan sekitarnya,” katanya.
“Tanpa disadari perkembangan teknologi dan kemajuan zaman membuat kita terkadang kurang peka terhadap lingkungan sekitar. Mari semua pihak bersama-sama tingkatkan solidaritas kepedulian terhadap lingkungan dan semoga kejadian ini tak terulang lagi,” pungkasnya. (Adv/Nur/Wan)












