Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
DPRD Kota Samarinda

Damayanti Ajak Elemen Masyarakat Tak Apatis Terhadap Kasus Kekerasan Seksualitas

307
×

Damayanti Ajak Elemen Masyarakat Tak Apatis Terhadap Kasus Kekerasan Seksualitas

Sebarkan artikel ini

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Damayanti.(Ist)

Timeskaltim.com, Samarinda – Memasuki awal tahun 2023, kasus kekerasan seksualitas di Kota Samarinda, mengalami peningkatan di tiap harinya. Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran di berbagai elemen terkhusus masyarakat Kota Tepian.

Berdasarkan perolehan data Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak (DP3A) Samarinda, tercatat sebanyak 57 korban memberikan laporan secara online. Diantaranya, (-) 16 korban, 14 korban kekerasan psikis, 19 korban kekerasan seksual, 1 korban penelantaran RT, 5 korban Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH) dan 2 korban lainnya.

Melihat kasus tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Damayanti merespon polemik tersebut. Ia akui, saat ini angka kekerasan seksual masih cukup tinggi di ibu kota Kalimantan Timur.

Kata Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, agar masyarakat melek dan tak apatis terhadap kasus yang kian hari menghantui warga Samarinda.

“Kekerasan seksual bukan hanya menjadi tugas pemerintah. Tapi harus ada keterlibatan warga. Ini harus menjadi perhatian semua pihak untuk menanggulanginya,” ungkap Damayanti, baru-baru ini.

Legislator Basuki Rahmat asal Dapil Samarinda Ulu ini berpendapat, agar Pemerintah Kota Samarinda, kembali menggalakkan program edukasi seks di usia dini.

Damayanti berharap, agar seks tidak lagi menjadi sesuatu yang tabu untuk diperbincangkan. Karena sejatinya edukasi dilakukan untuk mencegah kejahatan yang lebih buruk kedepannya.

“Edukasi bisa dilakukan mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan seterusnya. Berikan pemahaman kepada anak-anak kita tentang akibat dan dampak seks yang negatif,” serunya.

Ia menambahkan, generasi muda adalah generasi penerus bangsa, jika sesuatu hal yang terjadi di usia mudanya maka akan berdampak kepada masa depan.

“Nasib bangsa ada pada anak didik, kualitas anak didik saat ini akan menghasilkan suatu konsep baik bagi negara kedepannya,” tandasnya.(Adv/Wan)