Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
DPRD Kota Samarinda

Terkait Parkir Liar Kendaraan Besar, Novan: Perlu Kerjasama pihak Swasta dan Pemerintah 

317
×

Terkait Parkir Liar Kendaraan Besar, Novan: Perlu Kerjasama pihak Swasta dan Pemerintah 

Sebarkan artikel ini

Sekretaris Komisi III DPRD Samarinda, Muhammad Novan Syahronny Pasie. (Iswan Syarif/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Masih maraknya parkir liar kendaraan besar seperti Truk dan Kontainer yang memakan badan jalan. Hal tersebut disorot Sekretaris Komisi III DPRD Samarinda, Novan Novan Syahrony Pasie.

Ia mengatakan perlu kerjasama pihak Pemerintah dan Pihak Swasta.

Pasalnya, Komisi III DPRD Samarinda sudah pernah melakukan Rapat Dengar Pendapat dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda pada bulan Januari 2023 lalu. Namun, sampai sekarang belum mendapatkan titik terang terkait penyediaan lahan parkir untuk kendaraan besar itu.

Novan pun mengatakan, tentunya hal ini  masih perlu di kaji lebih mendalam terkait penyediaan lahan parkir tersebut. sebab ini juga merupakan suatu solusi pada jangka menengah dan jangka panjang.

“Kemarin ada penawaran lahan sewa, lahan milik Bulog. Kemudian, kalau di hitung-hitung dengan aturan pungutan retribusi yang ada, itu kemungkinannya tidak menutup biayanya dengan luasan tersebut,” ucapnya kepada media ini, belum lama ini.

“Terus belum lagi ada perbaikan-perbaikan, serta dengan biaya sewa tanah itu sendiri, jadi ini perhitungannya agak beresiko, kecuali retribusi kita ini diperbaiki kembali, diatur kembali untuk biaya retribusinya,” sambungnya.

Menurutnya agar hal ini bisa diminimalisir, perlu adanya kerjasama pihak Swasta dan Pemerintah Kota (Pemkot) terkait masalah lahan parkir ini. Seperti pihak swasta yang mencari pendapatan dengan memperkerjakan truk-truk itu yang ingin bekerja sama, maka saling menguntungkan antara kedua belah pihak.

“Contohnya seperti daerah Loa Bakung yang di Jalan Jakarta itu kan sudah ada buktinya. Yang penting aturan masalah parkir di tepi jalan dan lain-lain itu sudah memang terminimalisir lah,” pungkasnya. (Adv/Nur/Wan)