Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Damayanti. (Dok/Times Kaltim)
Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Damayanti mengajak seluruh orang tua, untuk mendidik anak dengan menyesuaikan perkembangan zaman. Hal tersebut dinilai penting terhadap pertumbuhan anak terhadap penyesuaian zaman yang kian meningkat.
Damayanti menyarankan, di era sekarang orang tua dalam mendidik anak harus mengikuti perkembangan zaman. tidak menggunakan metode-metode zaman dahulu lagi. Sepertinya menggunakan metode kekerasan dijewer, dicubit dan dipukuli karena tidak menuruti kata orang tua.
Tentunya dengan mengikuti perkembangan zaman dan teknologi, orang tua akan lebih cenderung menerapkan sistem didikan yang lebih protektif, dengan tujuan agar anaknya dapat tumbuh dengan perilaku yang lebih baik.
“Bagi saya yang utama itu bagaimana kita mengikuti perkembangan yang ada dalam mendidik anak-anak kita. Karena kalau kita terlalu mengekang, kemudian rasa ingin tau anak-anak makin besar, yang ditakutkan itu ada pemberontakan,” ucapnya beberapa waktu lalu.
“Yang di mana artinya mereka akan mencari tau di luar, ya itu kan malah tambah berbahaya bagi mereka, ketika mereka mencari tau dengan orang yang salah, tentu ini berbahaya kan,” sambungnya.
Dan sudah seharusnya peran orang tua sebagai teman bagi anak-anaknya. Perlu ada keharmonisan, pendekatan, serta dapat menjadi pendengar bagi anak, apabila mereka menyampaikan keluh kesah dari hati mereka.
Selain membangun kehangatan antara anak dan orang tua, hal itu juga secara tidak sadar dapat membuat seorang anak lebih merasa nyaman. tanpa mengurangi rasa hormat anak kepada orang tuanya.
Politisi PKB ini mengharapkan, agar orang tua orang tua zaman sekarang harus mendidik anaknya sesuai perkembangan zaman dan teknologi sambil memperhatikan kesehatan mental anaknya. Tidak apa jika berbuat kesalahan, yang penting mereka belajar dari kesalahan tersebut dan tidak mengulanginya dengan sering.
“Jadi lebih baik kita biarkan mereka dengan memberi rasa tanggung jawab terhadap anak, seperti menjelaskan kepada anak atas resiko dari apa yang ingin ia lakukan. Tetapi, apabila dia tetap melakukan hal tersebut, maka ia harus siap mendapatkan resiko itu,” pungkasnya. (Adv/Nur/Wan)












