Permainan latto-latto kian menjamur di kalangan anak-anak di tiap daerah.(Ilustrasi)
Timeskaltim.com, Samarinda – Permainan Latto-latto tengah digandrungi anak-anak, bahkan hampir di seluruh kancah tanah air. Tak terkecuali, sebagian orang dewasa pun ikut mewarnai permainan unik khas lokal tersebut. Namun, Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar pun justru punya pandangan berbeda terhadap permainan itu.
Ia menilai, walaupun permainan tersebut dipandang baik dan justru memberikan edukasi terhadap anak untuk melestarikan permainan khas Indonesia. Tetapi, Kata dia, penempatan waktu pun harus perlu diawasi dengan seksama oleh orang tua maupun warga setempat.
Lanjut Deni, karena permainan yang menjadi primadona oleh anak-anak itu, berjenis permainan “bersuara” gaduh. Sangat cocok, apabila dimainkan ketika siang hari dan bernuansa outdoor.
“Berbicara tempat mohon maaf nih, ketika di masjid ada suara latto-latto kan itu tidak baik tidak sesuai dengan tempatnya, masalah waktu ketika jam 01.00 sampai jam 05.00 subuh ada bunyi Latto-Latto kan itu mengganggu sekali,” ucap Deni kepada wartawan Timeskaltim.com, Jumat (13/1/2023) siang.

Terlepas dari itu, Deni menilai, pasti semua permainan tradisional memilki pandangan positif. Terutama, untuk refreshing kepada siapapun yang memainkannya. Justru tak memberikan larangan kepada siapapun.
“Artinya anak sekarang menyukai latto-latto bisa dijadikan refreshing atau karena ia melihat satu tantangan karena tidak semua orang bisa mainkannya,” terang Deni.
Ia menambahkan, dalam memainkan latto-latto juga perlu kehati-hatian, karena efeknya bisa saja tidak baik.
“Efeknya lagi kan biasanya latto-latto ini bisa mencederai jika tidak hati-hati memainkannya, kalau terkena kepada temannya itu yang kita takutkan,” ujarnya.
Terakhir, Deni menekankan, kepada orang tua, agar memberikan edukasi yang baik kepada anak, terutama pada waktu dan tempat yang pas dalam memainkannya.
“Orang tua harus mengawasi dan memberikan edukasi yang baik, karena memarahi anak itu tidak baik harus dengan pendekatan persuasif,” tandasnya. (Adv/Nur/Wan)












