Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Uncategorized

Kunker ke UPTD Batuah, Komisi II Kritisi Persoalan Ketahanan Pangan Kaltim

349
×

Kunker ke UPTD Batuah, Komisi II Kritisi Persoalan Ketahanan Pangan Kaltim

Sebarkan artikel ini
Komisi II DPRD Bersama Dinas Tanaman Pangan Kaltim Melakukan Kunjungan Ke UPT BBI Batuah(Ist)

TimesKaltim.com, Kutai Kartanegara – Komisi II DPRD Kaltim, bersama Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim melakukan kunjungan ke UPTD BBI Batuah, Kamis (12/8/2021).

Setelah melakukan peninjauan, Komisi II DPRD Kaltim pun langsung menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) Bersama Dinas Pangan, Tanaman Pangab dan Hortikultura di Lamin Agrowisata Batuah.

Disampaikan Siti Farisya Kepala Dinas Tanaman Pangan Kaltim, pihaknya berkomitmen untuk terus melalukan inovasi dalam rangka memajukan pertanian di Kaltim.

Salah satu rencananya, yakni menjadikan UPTD Batuah sebagai sentra pertanian berbagai jenis tanaman pangan dan hortikultura, seperti penyediaan bibit unggul, pola bertani yang baik, dan bagaimana membuat pupuk secara organik untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia.

“Kami akan berupaya dan berkomitmen memajukan pertanian di Kaltim dan rencananya akan menjadikan UPTD Batuah sebagai sentra pertanian,” ungkap Siti Farisya.

Hal ini pun turut menuai respon anggota Komisi II DPRD Kaltim, salah satunya yakni Sutomo Jabir. Ia menilai saat ini sektor pertanian masih jauh dari harapan. Karena beberapa pangan seperti padi,beras dan jagung belum dapat terpenuhi.

“Sebagai wakil rakyat, saya melihat, bahwa pertanian di Kaltim belum maju dan masih jauh dari yang kita harapkan. Karena kebutuhan pangan utama seperti,” jelas Sutomo.

Mengingat kebutuhan pangan Kaltim masih banyak disuplai dari daerah lain seperti dari Pulau Jawa dan Sulawesi. Hal ini pun menjadi pekerjaan rumah Dinas Pertanian, terutama dari Pemprov Kaltim.

“Sebenarnya potensi lahan di Kaltim cukup menjanjikan bagi pengembangan sektor pertanian dalam mendukung ketahanan pangan Kaltim namun belum dimaksimalkan,” jelas Ketua DPC PKB Berau ini.

Sutomo pun menyarankan, agar pemerintah melakukan pemetaan terhadap potensi pertanian yang ada di Kaltim. Agar dapat mewujudkan ketahanan pangan di Kaltim dengan memaksimalkan potensi yang ada.

Caranya dapat melalui koordinasi dan sinergi pelaksanaan program antara provinsi dan kabupaten/kota berbasis data yang akurat, termasuk data potensi lahan yang dimiliki Kaltim, data petani aktif, data bantuan pemerintah, dan data hasil produksi per tahun.

“Saya kira, di antara upaya yang bisa segera dilakukan Pemprov Kaltim, yakni melakukan pemetaan terhadap potensi pertanian di seluruh wilayah kaltim, untuk mengetahui potensi dan kemampuan daerah dalam mewujudkan ketahanan pangan,” paparnya.

Tak hanya soal pemanfaatan lahan, mencari solusi kelangkaan pupuk dan memastikan pupuk subsidi dinikmati petani yang tidak mampu, juga menjadi pemerintah yang harus dikoordinasikan bersama pemerintah pusat.

“Secara khusus untuk UPT Batuah, bagaimana agar bisa menjadi sebagai miniatur pertanian di Kaltim. Artinya, semua jenis tanaman yang potensi dibudidayakan di sana, supaya pertanian di wilayah Kaltim bisa tercermin di UPTD Agrowisata Batuah,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *