Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDPRD Kabupaten Kutai Timur

Yulianus Palangiran Apresiasi Pembangunan Lapas di Kutim, Sebut Sudah Waktunya Warga Kutim Punya Lapas Sendiri

1080
×

Yulianus Palangiran Apresiasi Pembangunan Lapas di Kutim, Sebut Sudah Waktunya Warga Kutim Punya Lapas Sendiri

Sebarkan artikel ini

Kutai Timur – Anggota DPRD Kutai Timur, Yulianus Palangiran, mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang kini sedang membangun lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Kutai Timur, tepatnya di kompleks Perkantoran Bukit Pelangi, yang berada di samping Mapolres Kutim.

Menurut Yulianus, pembangunan Lapas ini menjadi penting mengingat selama ini banyak warga Kutim yang terpaksa menjalani hukuman di Lapas Bontang, yang letaknya cukup jauh dari Kutim.

“Kita mengapresiasi pemerintah, dimana saat ini mereka sedang membangun Lapas. Dengan demikian, nantinya napi-napi dari warga kita, tidak perlu lagi dikirim ke Lapas Bontang,” kata Yulianus, Senin (11/11/2024).

Meskipun Yulianus mengakui bahwa pembangunan Lapas di Kutim seharusnya sudah dilakukan lebih awal, namun ia tetap memberikan apresiasi karena pemerintah kini menunjukkan perhatian terhadap kebutuhan fasilitas penahanan yang lebih dekat dengan warga Kutim.

Ia juga menyampaikan bahwa Bontang, meskipun merupakan kota kecil, sudah memiliki Lapas puluhan tahun yang lalu, sementara Kutim dengan jumlah penduduk yang jauh lebih besar baru kini membangun Lapas.

“Sebetulnya cukup terlambat Kutim bangun Lapas. Bontang sebagai kota kecil saja sudah puluhan tahun memiliki Lapas, sementara Kutim yang lebih besar baru sekarang mulai membangun. Tapi meskipun terlambat, kita tetap mengapresiasi pemerintah yang sudah menunjukkan perhatian bagi warga yang tersandung hukum,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Yulianus menceritakan pengalaman pribadinya ketika harus menjemput warga Kutim yang telah selesai menjalani masa pembinaan di Lapas Bontang.

Ia mengungkapkan bahwa mayoritas penghuni Lapas Bontang berasal dari Kutim, dengan jumlah binaan yang mencapai 750 orang dari total 900 orang penghuni Lapas.

“Bayangkan, saya pernah jemput anggota yang sudah bebas dari Lapas Bontang karena masa pembinaan sudah selesai. Waktu itu saya angkut puluhan orang. Di sana, saya tanya jumlah binaan berapa. Ternyata jumlahnya 900 orang, dan mayoritasnya, 750 orang itu berasal dari Kutim. Kan berarti mayoritas penghuni Lapas Bontang itu warga Kutim,” terang Yulianus.

Ia menambahkan, hal tersebut cukup memalukan karena banyak warga Kutim yang harus “numpang” di tempat lain, menjalani masa hukuman di kota tetangga, Bontang. Namun, Yulianus bersyukur karena kini pembangunan Lapas di Kutim sudah dimulai dan diharapkan bisa segera selesai.

“Kalau dipikir, ini cukup memalukan, karena warga kita numpang di tempat tetangga. Numpang nginap, numpang makan gratis. Tapi syukur, sekarang sudah mulai dibangun lapas di Kutim. Kita berharap, setelah selesai, warga kita tidak perlu lagi dikirim ke Bontang,” katanya.

Pembangunan Lapas ini juga diharapkan dapat memberi kemudahan bagi keluarga para tahanan yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh untuk menjenguk kerabat mereka yang ada di Lapas Bontang. Dengan adanya Lapas di Kutim, jarak tempuh untuk mengunjungi keluarga yang terlibat dalam proses hukum akan semakin dekat.

“Dengan adanya lapas di Kutim nantinya, maka keluarga dari binaan lapas juga tidak perlu lagi jauh-jauh ke Bontang untuk menjenguk mereka. Mereka keluar lapas juga nanti tidak perlu jau-jauh dijemput,” tutup Yulianus,ADV