Timeskaltim.com, Samarinda – Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Yenni Eviliana, menegaskan pentingnya perencanaan anggaran yang matang untuk menjamin keberlanjutan program pendidikan gratis atau GratisPol.
Ia menekankan, ketidakcermatan dalam menghitung kebutuhan anggaran, akan berpotensi membuat program ini kewalahan dan bahkan terhenti. Terutama jika terjadi lonjakan jumlah peserta yang tidak terantisipasi.
“Jika perhitungan anggaran tidak disiapkan secara cermat, lonjakan peserta setiap tahun bisa menjadi beban besar dan membahayakan kelangsungan program,” ujar Yenni, Selasa (27/5/2025).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengungkapkan bahwa hingga saat ini DPRD Kaltim masih menanti rincian kalkulasi anggaran dari Pemerintah Provinsi.
“Saat ini penerima sudah berjumlah yang banyak, dan pasti akan berpotensi sangat besar, sehingga harus diantisipasi dari sisi anggaran,” tegasnya.
Menurutnya, program GratisPol sangat dinanti oleh masyarakat, khususnya dari kalangan menengah ke bawah. Karena itu, ia berharap program ini bisa berjalan optimal dan tepat sasaran.
“Program ini sangat ditunggu masyarakat. Sayang jika gagal hanya karena kelalaian dalam menyusun anggaran,” ujarnya.
Yenni juga memastikan DPRD Kaltim akan mengawal secara ketat pelaksanaan GratisPol, mulai dari tahap perencanaan, alokasi dana, hingga implementasi di lapangan.
Ia juga menegaskan bahwa prinsip keadilan sosial dan upaya menciptakan akses pendidikan yang merata menjadi alasan utama DPRD mendukung penuh program ini.
“Pendidikan adalah jalan utama keluar dari kemiskinan. Program seperti ini harus dijaga dan dijalankan dengan serius. Tidak boleh ada lagi anak-anak di Kaltim yang putus sekolah karena faktor biaya,” tandasnya.
Diakhir, ia optimis apabila hambatan biaya pendidikan dihapuskan, maka minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi bisa meningkat signifikan.
“Saya yakin program ini akan mendorong banyak anak kembali bersekolah, termasuk mereka yang sebelumnya tidak memiliki niat karena kendala biaya,” tutupnya. (Adv/Has/Bey)












