YMH kembali buat FGD dengan tema pemetaan pemangku kepentingan atas transisi energi berkeadilan. (Hafif Nikolas/Times Kaltim)
Timeskaltim.com, Samarinda – Focus Group Discussion (FGD) transisi energi dilakukan kembali Yayasan Mitra Hijau (YMH) di Kaltim. Pada tanggal 19-20 September 2023.
Kegiatan yang melibatkan beberapa elemen masyarakat. Mengangkat tema “Pemetaan Pemangku Kepentingan Untuk Transis Energi Yang Berkeadilan“.
Direktur utama YMH Dicky Edwin Hindarto menjelaskan pihaknya terfokus pada 2 provinsi yang ada di Indonesia, yaitu Sumatera Selatan dan Kalimantan Timur. Karena 2 provinsi tersebut yang paling banyak memproduksi energi posil.
“2 saja di Indonesia sebagai pilotnya. Karena 2 ini yang paling banyak dilakukan upaya,” ucap Dicky, pada Selasa (19/9/2023).
Ketergantungan masyarakat akan energi fosil atau tidak terbarukan. Jadi upaya yang dilakukan YMH untuk mempersiapkan Transisi Energi Berkeadilan tidak bisa dalam waktu yang singkat.
“Ini satu kerja yang gak bisa satu tahun 2 tahun. Ini kan berpuluh tahun, karena ketergantungan kita terhadap batubara.”
“Bagaimana ketergantungan akan batubara tersebut kita lepas pelan-pelan, agar tidak ada yang marah,” lanjutnya.
Dilain tempat, Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Kaltim Wahyu Gatut Purboyo mengungkapkan bahwa Kaltim sebelumnya sudah mempersiapkan Transisi energi.
“Kaltim itu sudah merencanakan transisi ekonomi, salah satunya transisi energi ini,” ungkap Wahyu.
Kabid Perekonomian dan SDA Bappeda Kaltim tersebut melanjutkan upaya pemerintah dalam transisi energi. Dengan program panel surya yang dibagikan ke beberapa wilayah.
“Pemerintah Kaltim sudah siap melakukan transisi. Misalnya melakukan pembangunan PLTS dan pembangunan bio gas dengan limbah kelapa sawit,” lanjutnya.
Kerangka ini juga mempersiapkan Kaltim. Karena diperkirakan secara global market batubara akan turun.
Jadi dengan harus Kaltim bersiap dalam transisi. Baik transisi energi, ketenagakerjaan, dan perekonomian.
“Kalau tadi banyak pertanyaankan. Memang belum dilaksanakan, makanya kami mau menuju ke situ,” pungkasnya. (Nik/Wan)












