Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Kukar

Warga Bangun Rejo Segera Miliki Taman Terpadu, Ruang Baru untuk Berkumpul dan Berkarya

217
×

Warga Bangun Rejo Segera Miliki Taman Terpadu, Ruang Baru untuk Berkumpul dan Berkarya

Sebarkan artikel ini
Kedes Bangun Rejo, Yuyun Porwanti. (Istimewa)

Timeskaltim.com, Kukar – Harapan warga Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, untuk memiliki ruang publik yang nyaman akhirnya mulai terwujud.

Pemerintah desa menetapkan pembangunan taman terpadu sebagai program prioritas tahun ini, menjadikannya simbol baru kebersamaan warga.

Selama ini, masyarakat Bangun Rejo belum memiliki area terbuka untuk sekadar bersantai, berolahraga, atau menggelar kegiatan bersama. Kepala Desa Bangun Rejo, Yuyun Porwanti, mengatakan kebutuhan akan ruang publik yang layak sudah lama dirasakan warga.

“Warga butuh tempat berkumpul yang nyaman dan bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan. Kami ingin taman ini jadi tempat belajar, berkreasi, dan juga mengembangkan usaha,” ujarnya, Jumat (10/10/2025).

Taman terpadu tersebut akan dibangun di depan Balai Pertemuan Umum (BPU) Garuda, lokasi yang strategis dan mudah dijangkau. Rencana ini bukan sekadar menghadirkan ruang hijau, tetapi juga tempat yang menyatukan berbagai aktivitas sosial, budaya, dan ekonomi warga.

Di dalamnya nanti akan ada fasilitas olahraga, jalur jogging, hingga area kreatif yang bisa dimanfaatkan untuk promosi produk UMKM. Yuyun menyebut, taman ini diharapkan membuka kesempatan baru bagi kelompok perempuan dan pemuda untuk lebih berdaya.

“Banyak yang punya potensi, tapi belum punya ruang untuk berkembang. Taman ini kami harap bisa menjawab itu,” katanya.

Kini, setelah pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan mulai rampung, fokus pemerintah desa bergeser pada pembangunan yang menyentuh kehidupan sosial masyarakat. Meski anggaran pembangunan masih dalam tahap pengajuan ke Pemkab Kukar, semangat untuk mewujudkan taman ini tetap tinggi.

Pemerintah desa pun berupaya menggandeng berbagai pihak agar rencana ini berjalan lancar. Dukungan masyarakat, perangkat desa, hingga pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

Terakhir, Yuyun menyampaikan apresiasinya kepada Pemkab Kukar atas komitmen dalam mendorong pembangunan ruang publik yang inklusif.

“Kami ingin taman ini jadi tempat yang terbuka bagi siapa pun, tempat tumbuh bersama dan saling mendukung,” pungkasnya. (Rob/Bey)